Non Ci Servono Tante Parole | Ora JUVE Ora

Senin, 08 Desember 2014

Allegri: “Tempat teratas menjadi target kami”

Massimiliano Allegri mengungkapkan bahwa pasukannya akan memberikan segalanya demi kemenangan melawan Atletico besok malam: “Menjadi pemuncak grup akan membuat kami dapat bertemu dengan tim di posisi kedua. Kami harus melakukan semua yang mampu kami lakukan untuk dapat menang dengan selisih dua gol”



Massimiliano Allegri mengungkapkan Juventus akan berusaha menargetkan menjadi pemimpin grup ketika Atletico yang telah lolos ke babak 16 besar Liga Champions bertandang ke Turin untuk laga krusial besok malam di Grup A Liga Champions.

Walaupun satu poin sudah cukup bagi Bianconeri untuk mengamankan satu tempat di fase knock out, ahli taktik asal Tuscan ini memiliki pandangannya sendiri untuk berakhir satu langkah lebih jauh, meyakini bahwa kemenangan akan dapat memperkuat peluang pasukannya dalam melanjutkan perjalanan mereka di kompetisi tertinggi Eropa ini lebih jauh lagi.

Berbicara di depan media di Vinovo, pelatih berusia 47 tahun ini memulai: “Meraih fase knockout adalah target pertama kami musim ini. Memuncaki grup akan membuat kami menghadapi tim yang berakhir di posisi kedua dan kami harus mengeluarkan seluruh kemampuan kami untuk dapat menang dengan selisih dua gol. Oleh karena itu, hal ini tidak akan mudah karena Atletico membatasi gerak sekecil apapun dari anda.”

Usai membalas kekecewaan mereka di kekalahan laga pembuka dari Olympiacos, Atletico menuju ke laga kali ini dalam performa yang cukup panas, diperkuat dengan empat clean sheet di laga-laga mereka selanjutnya di kompetisi Eropa serta gempuran gol ke gawang lawan.

Dan sembari mengakui kekuatan dari lawan mereka, Allegri pun tetap yakin dengan kemampuan timnya untuk melawan tes dari raksasa La Liga ini, dengan memberikan contoh pada penampilan mereka di Madrid dan Athena yang menunjukkan Bianconeri tidak selalu meraih hasil positif dari penampilan yang luar biasa.

“Saya memiliki tim yang kuat untuk bermain di laga seperti itu, sesuatu yang juga kami tunjukkan di laga-laga Eropa kami yang lain. Kami tidak layak kalah di Madrid dan Athena namun selalu menunjukkan penampilan yang konsisten.

“Kami akan melawan tim yang telah memenangkan 10 dari 11 laga mereka dan melakukan hal yang luar biasa di beberapa tahun belakangan ini, memenangkan La Liga dan hanya sejengkal saja untuk mengangkat trofi Liga Champions musim lalu. Simeone melakukan pekerjaan yang hebat, tidaklah mudah untuk mengalahkan dominasi Real Madrid dan Barcelona, begitu pula dengan melaju sejauh itu di Eropa.”

Dengan seluruh mata yang akan tertuju ke Juventus Stadium besok malam, Allegri percaya bahwa laga akan berlangsung hidup dan layak untuk disaksikan dan dengan dukungan dari suporter tuan rumah yang akan menjadikan laga yang sangat dinantikan ini menjadi lebih panas.

“Ini akan menjadi laga yang menarik dalam hal intensitas dan dari sudut pandang teknik. Kami membuat kesalahan di Madrid dan kami langsung terhukum, namun besok akan menjadi laga yang berbeda secara keseluruhan dan para fans akan sangat membantu kami.”

Satu-satunya keraguan dalam pikiran Allegri adalah pemilihan antara Fernando Llorente dan Alvaro Morata sebagai pasangan duet Carlos Tevez di barisan serangan, dan sang pelatih mengungkapkan ia akan menunggu hingga sesi latihan sore ini sebelum membuat keputusan.

Ia menutup konferensi pers: “Llorente telah mencetak gol-gol penting di Eropa dan Morata menunjukkan penampilan yang baik di Yunani. Ini adalah tahun pertama ia merasa sebagai pemain penting karena di Madrid ia selalu dipandang sebagai anak muda. Kedua pemain akan memperoleh waktu bermain, namun saya masih belum menentukan siapa yang akan bermain di awal besok malam.”

Mengukur serangan Atletico Madrid


Menjelang pertandingan Liga Champions Selasa malam di Turin, juventus.com mencoba membandingkan pola serangan Los Rojiblancos di La Liga dan di kompetisi elit Eropa dengan yang strategi Bianconeri.

Perbandingan yang sangat besar.

Tatkala jawara bertahan Italia dan Spanyol memasuki Juventus Stadium yang bergemuruh pada Selasa malam ini, kedua tim akan fokus pada upaya meraih hasil positif.

Sebuah kemenangan atau hasil imbang akan menjadikan Atletico Madrid juara Grup A dan menjamin mereka apa yang disebut dengan “undian mudah” pada fase knockout nanti namun kemenangan bagi Juventus dengan selisih dua gol akan membuat mereka menyalip tim asuhan Diego Simeone ke posisi puncak klasemen berdasarkan aturan head-to-head.

Dan gol-gol bisa saja menjadi faktor penentu ketika peluit panjang wasit William Collum nanti ditiup sekitar pukul 22.30 waktu setempat.

Berikut tinjauan singkat tentang pola serangan kedua tim di liga dan dikompetisi elit Eropa selama musim ini, dengan perhatian khusus pada lawan asal Spanyol malam nanti.

Gol-Gol Liga Champions

Gigi Buffon dan rekan-rekan setimnya harus membatasi gerak tim finalis musim lalu itu agar cuma bisa melepaskan tembakan-tembakan jarak jauh. Atletico Madrid sangat mematikan di dalam wilayah kotak 16: Seluruh 14 gol mereka musim ini datang dari bagian dalam area lawan.
Los Rojiblancos tidak pernah mencetak skor dari bola mati ataupun tendangan penalti sejauh ini di Liga Champions.
Tim yang saat ini di peringkat ke-3 La Liga itu semakin meningkat intensitasnya seiring laga berjalan – Sembilan dari 14 gol di laga-laga Eropa datang pada setengah jam terakhir laga.
Di lain pihak:

Juventus telah mencetak dua gol dari bola mati (gol Carlos Tevez versus Malmo dan tendangan bebas Andrea Pirlo ke gawang Olympiacos) dan 5 gol dari permainan terbuka.
Dalam lima laga Liga Champions yang dimainkan sejauh ini, Bianconeri membutuhkan waktu cukup lama untuk menguasai laga dan tidak pernah mencetak skor pada 15 menit pertama di setiap laga musim 2014/15 ini.
Gol-Gol di Liga

27 gol dalam 14 laga domestik mereka sejauh ini telah membawa tim Simeone ke posisi ketiga di kasta tertinggi Liga Spanyol. 24 diantaranya datang dari dalam wilayah 5 meter lawan, 2 gol dari luar wilayah itu dan satu gol dari titik putih.
Los Rojiblancos adalah spesialis tendangan bebas di liga – 17 dari 27 gol mereka datang baik dari tendangan pojok maupun tendangan bebas tak langsung.
Sebagaimana pandangan lama, mencetak gol sebelum jeda selalu menjadi saat terbaik untuk membukukan skor – juara La Liga itu telah mencetak 8 gol sebelum peluit panjang babak pertama sementara hanya 5 gol disarangkan pada 15 menit terakhir laga.
Jika kita memberi Atletico gol di 15 menit pertama pertandingan, skema mereka akan menjadi 4-4-8 di babak pertama dan 4-2-5 di babak kedua.
Sementara itu:

Anak asuh Massimiliano Allegri telah mencetak 30 gol sejauh ini di Serie-A musim ini dengan 9 diantaranya datang dari jarak jauh.
Hampir seperempat gol-gol Juventus di liga datang dari tendangan bola mati – 4 penalti dan 3 dari dari tendangan pojok.
Bianconeri lebih banyak mencetak gol di babak kedua – 3-6-4 adalah skema mereka di tiga kali 15 menit pertama sementara 4-7-6 adalah susunan pemainnya setelah jeda babak pertama.

Minggu, 07 Desember 2014

Collum akan menjadi wasit laga Juventus v Atletico di Turin


Wasit asal Skotlandia ini akan memimpin laga ketiganya atas Bianconeri dalam karirnya saat pasukan Diego Simeone bertandang ke Juventus Stadium dalam laga terakhir Grup A Liga Champions pada Selasa malam

Wasit asal Skotlandia William Collum akan memimpin laga terakhir di Grup A Liga Champions pada Selasa malam antara Juventus melawan Atletico Madrid di Juventus Stadium.

Pria berusia 35 tahun ini, yang menjalani karir internasionalnya sejak 2006, akan memimpin laga yang melibatkan Bianconeri untuk ketiga kalinya dalam karirnya, dimana sebelumnya ia memimpin laga perempat final Liga Eropa dengan kemenangan 1-0 atas Lyon di Perancis, serta saat kemenangan 1-0 melawan Sturm Gratz di Stadio Olimpico tahun 2010.

Di Juventus Stadium, Collum akan dibantu oleh asisten wasit Damien MacGraith dan Graham Chambers, sementara Bobby Madden akan menjadi ofisial keempat.

Persiapan melawan Atletico memasuki tahap akhir

Juventus memasuki tahap akhir dari persiapan mereka jelang laga Liga Champions yang akan berlangsung pada Selasa malam, fokus pada pergerakan taktik spesifik dalam sesi latihan pagi ini

Bianconeri telah memasuki tahap akhir dalam persiapan mereka jelang laga Liga Champions, jelang laga krusial pada Selasa malam melawan Atletico Madrid yang semakin dekat.

Banyak yang sudah tidak sabar menantikan pertemuan antara juara bertahan Italia dan Spanyol ini di Turin namun dengan mempertaruhkan kualifikasi menuju babak knock out kompetisi ini, Massimiliano Allegri berusaha untuk membuat pasukannya tetap menjejakkan kaki mereka di bumi jelang laga menentukan ini.

Sementara hasil imbang sudah cukup untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Liga Champions bagi tim tuan rumah, mereka telah menetapkan tujuan satu langkah lebih jauh, dengan mengetahui bahwa kemenangan 2-0 akan membawa mereka berada di atas pasukan Diego Simeone dan menuju ke babak selanjutnya sebagai juara grup.



Setelah kemarin kembali berlatih usai hasil imbang tanpa gol melawan Fiorentina pada Jumat malam, Juventus memulai persiapan mereka dengan sesi latihan taktik pagi ini yang didesain untuk memperhalus beberapa pergerakan khusus yang akan diterapkan saat mereka menuju lapangan dengan penuh dukungan fans di stadion pada Selasa malam waktu setempat.

Rencana pertempuran secara taktik akan dipertajam pada sesi latihan besok sore pukul 15.00 CET (dimana 15 menit pertama terbuka untuk media). Sebelumnya, Allegri dan Claudio Marchisio akan mendiskusikan mengenai laga tersebut dalam konferensi pers pra pertandingan yang dijadwalkan berlangsung tengah hari waktu setempat.

Sementara pelatih Atletico Diego Simeone dan salah satu pemainnya akan berada di Juventus Stadium mulai pukul 18.15 untuk konferensi pers, sebelum akhirnya mencoba lapangan Juventus Stadium pada pukul 18.45 CET.

Juventus-Atletico, Simeone’s selections: two players out with injuries


Atletico Madrid is getting ready for their big Champions League match against Juventus on Tuesday, the colchoneros would be at the top of the group even with a loss as long as it’s only by one goal. Simeone announced the list of players that will travel to Torino, Miranda and Ansaldi didn’t make the cut due to injures. Here is the full list: Moya, Oblak, Juanfran, Gamez, Gimenez, Godin, Lucas, Siqueira, Gabi, Tiago, Saul, Mario Suarez, Koke, Cristian Rodriguez, Arda, Cerci, Raul Garcia, Griezmann, Raul Jimenez, Mandzukic.

Perhatian tertuju pada Atletico


Beberapa jam setelah kembali dari Florence, Juventus kembali ke markas latihan mereka untuk bekerja menuju persiapan hari Selasa saat menjalani partai Liga Champions Grup A melawan Atletico Madrid

Setelah menyelesaikan tugas mereka dan kembali dari Florence pada pagi hari, Juventus kembali ke markas latihan di Vinovo sebelum makan siang untuk memulai persiapan mereka jelang melakoni pertandingan Liga Champions pada hari Selasa dengan Atletico.

Sementara hasil imbang akan cukup untuk membawa pasukan Massimiliano Allegri melalui tahap sistem gugur kompetisi, semua suara dari pemain dan staf berbicara mengenai keinginan mereka untuk merebut puncak klasemen dari juara bertahan Spanyol.

Dengan pemikiran seperti ini, para pemain bekerja dengan banyak intensitas dan tujuan dalam upaya mereka untuk mendekati permainan dalam kondisi optimal. Mereka yang terlibat dalam laga semalam saat bermain imbang tanpa gol dengan Fiorentina menjalani pemanasan di gym, sedangkan sisa kelompok melakukan latihan campuran pada lapangan latihan di Vinovo.

Besok pagi Bianconeri kembali melakukan persiapan lanjutan, dengan taktik yang diharapkan akan dikedepankan selama sesi latihan di dua hari sebelum melawan Atletico.

Kamis, 04 Desember 2014

Mancini: Scudetto hanya Milik Juventus dan AS Roma


Metrotvnews.com, Milan: Pelatih Inter Milan Roberto Mancini menyebutkan bahwa perburuan gelar scudetto Serie A Italia musim ini hanya akan melibatkan dua klub papan atas klasemen, yakni Juventus dan AS Roma. Kedua tim ini kembali bersaing musim ini untuk perburuan scudetto.

Ia mengesampikan klubnya sendiri dan sederet tim lainnya dalam perburuan scudetto. Hal tersebut karena Juve dan Roma sudah meninggalkannya terlalu jauh. Mantan pelatih Manchester City dan Galatasaray itu memiliki penilaian tersendiri untuk kedua klub tersebut.

"Untuk musim ini saya bisa katakan jika perburuan scudetto Serie A Italia hanya akan melibatkan Juventus dan AS Roma saja," ungkap Mancini.

"Juventus begitu solid sebagai satu kesatuan tim. Sementara Roma secara teknis brilian. Namun begitu, saya tak bisa menilai siapa yang akan keluar sebagai pemenang," tandasnya.

Juve dan Roma saat ini saling berdampingan di posisi satu dan dua klasemen sementara Serie A Italia. Skuat besutan Massimiliano Allegri memimpin klasemen dengan mengoleksi 33 poin, sementara tim asuhan Rudi Garcia terpaut tiga angka di belakang Juve. (Corrie dello Sport/Sigit Ario Nugroho) 

Lima kemenangan mengesankan atas Viola

Menjelang laga Serie A pada Jumat malam, Juventus.com mengenang beberapa kemenangan tak terlupakan di Stadion Artemio Franchi di Florence

Fiorentina dan Juventus telah menikmati persaingan sengit yang membentang sejak 86 tahun yang lalu dan telah mencatatkan pertemuan sebanyak 150 pertandingan di liga, dimulai ketika Nyonya Tua menghabisi La Viola dengan skor 11-0 di Turin pada pertemuan perdana antara kedua tim pada tahun 1928-1929.



Kedua klub pertama kalinya bersitegang di Florence pada musim yang sama ketika Bianconeri dikomandani oleh Scotsman William Aitken menyelesaikan kemenangan ganda di liga domestik atas Viola dengan kemenangan 4-0 di Stadion Artemio Franchi.

Antonio Vojak mencetak gol pertama setelah waktu berjalan selama 12 menit setelah itu Renato Sanero menggandakan keunggulan Juventus pada saat setengah jam. Luigi Cevenini lalu mencetak dua gol dalam waktu 16 menit babak kedua berjalan untuk menutup kemenangan komprehensif di Florence.

Persaingan ini intensif selama bertahun-tahun dan puncaknya terjadi musim 1981-1982 ketika Bianconeri menyalip Fiorentina meraih gelar Scudetto pada hari terakhir musim itu.

Juventus.com menggali lebih jauh kembali dan memberikan arsip untuk membawa Anda mengingat kemenangan mengesankan di Artemio Franchi.

Fiorentina 1-3 Juventus (Boninsegna, Boniperti x2) - 1977/10/04

Setelah bermain tanpa gol pada babak pertama, Juventus memimpin saat 120 detik setelah interval kedua ketika Roberto Boninsegna mencetak gol pertama.

Ketika Kiper Vioka Massimo Mattolini gagal untuk berurusan dengan tendangan bebas Bianconeri, Giampiero Boniperti membuat Juve unggul dua gol dengan tendangan voli manis  pada menit 50. Dan presiden kehormatan klub mencetak gol ketiga Juventus saat waktu menyisakan 20 menit akhir.

Gianfranco Casarsa membalaskan satu gol melalui tendangan penalti empat menit dari waktu akhir, tapi terlalu terlambat untuk Viola mengejar ketinggalan.

Fiorentina 1-4 Juventus (Vialli, Baggio, Ravanelli, Marocchi) - 29/04/1995 

Juventus merengkuh gelar Serie A ke-23 mereka di tahap akhir musim 1994-1995, Fiorentina sedang mencari cara untuk membalas kekalahan 3-2 sebelumnya pada musim itu.

Tapi Juventus justru sukses mencetak gol melalui Gianluca Vialli yang menempatkan Nyonya Tua unggul hanya tujuh menit waktu berjalan.

Michaelangelo Rampulla kemudian melepas penyelamatan spektakuler saat menggagalkan penalti Gabriel Batistuta 60 detik setelah bebak kedua dimulai sebelum Juventus membuat keunggulan dua gol setelah 23 menit, mantan pemain kesayangan fans Viola Roberto Baggio mencetak gol melalui penalti setelah Fabrizio Ravanelli dilanggar di daerah penalti oleh kiper Francesco Toldo.

Batistuta menebus kesalahan sebelumnya saat ia mencetak gol dengan sundulan 120 detik kemudian namun Bianconeri mengambil alih pertandingan sekali lagi terima kasih kepada Ravanelli yang mencetak gol enam menit sebelum laga berakhir.

Dan Giancarlo Marocchi menambahkan skor kemenangan ketika ia mengecoh Toldo untuk gol keempat Juventus.

Fiorentina 1-3 Juventus (Zidane, Tudor, Trezeguet) - 2001/11/05

Seorang pemain yang mengatur kinerja pertandingan adalah kapten Zinedine Zidane, sang maestro Prancis membuka skor di Florence saat waktu menunjukkan menit ke-24 sebelum Igor Tudor menggandakan skor 2-0 hanya empat menit kemudian.

Viola membalaskan satu gol ketika Marco Rossi mencetak gol dari jarak dekat sebelum istirahat tapi Bianconeri mengunci tiga poin melalui David Trezeguet, satu menit akhir dari waktu normal.

Hasil itu menandai dimulainya kemenangan beruntun lima pertandingan untuk Juventus asuhan Carlo Ancelotti tetapi mereka akhirnya kalah dalam perburuan gelar juara dari Roma pada hari terakhir musim 2000/01.

Fiorentina 1-2 Juventus (Trezeguet, Camoranesi) - 2005/04/12

Istirahat musim dingin 2005/06 semakin dekat, pasukan pemburu gelar asuhan Fabio Capello tiba di Florence di belakang kemenangan beruntun dalam tiga pertandingan di mana mereka telah mencetak sembilan gol.

Namun tim Cesare Prandelli yang mulai laga dengan baik hampir memimpin ketika mantan Bianconero Luca Toni mengenai mistar gawang menyambut tendangan bebas Manuel Pasqual.

Juventus akhirnya unggul melalui Trezeguet ketika ia mencetak gol ke gawang yang kosong untuk Nyonya Tua setelah ia lolos dari jebakan offside Fiorentina setelah delapan menit berjalan.

Tim tamu membombardir Sebastien Frey, memaksa kiper Prancis melakukan beberapa penyelamatan sebelum Fiorentina menyamakan.

Giampaolo Pazzini menyambut umpan silang Pasqual dengan sempurna dan sundulannya melewati Christian Abbiati lima menit sebelum jeda.

Kesempatan silih berganti dilakukan kedua tim dan yang menarik saat Toni hampir menempatkan keunggulan bagi Fiorentina ketika tendangannya mengenai tiang gawang kawalan Abbiati.

Juventus, meskipun, mencuri poin pada saat semua pemain viola panik dengan Zlatan Ibrahimovic yang selalu mengacak acak lini belakang mereka. Trezeguet mengarahkan bola ke dalam dan akhirnya Camoranesi menggandakan keunggulan Nyonya Tua.

Gol dan ambil yang terbaik!

Fiorentina 0-5 Juventus (Vucinic, Vidal, Marchisio, Pirlo, Padoin) - 17/03/2012

Juventus yang tak terkalahkan tiba di Artemio Franchi pada bulan Maret 2012 setelah empat kali seri dalam banyak permainan yang telah mengizinkan juara bertahan Milan kembali ke puncak klasemen.

Tapi tampilan serba baik dari Bianconeri akan memastikan mereka kembali ke Turin dengan tiga poin dan menambahkan dorongan kepercayaaan di Serie A untuk meraih gelar sejak tahun 2006 saat mereka mengamuk di Florence dengan kemenangan 5-0.

Setelah sebelumnya mengenai tiang, Mirko Vucinic membuka keunggulan dari jarak 25 meter melewati Artur Boruc pada saat waktu memasuki seperempat jam.

Alessio Cerci kemudian diusir wasit pada menit ke-21 setelah menendang Paolo De Ceglie sebelum Arturo Vidal memberikan keunggulan dua gol setelah Boruc gagal menghalau tendangan gelandang Chili.

Claudio Marchisio membuat angka menjadi 3-0 sembilan menit setelah kembali dari jeda untuk Bianconeri yang menyiksa sepuluh pemain Fiorentina.

Kemenangan tersebut membuat bahkan lebih manis ketika upaya cekatan Andrea Pirlo dan gol dari Simone Padoin melengkapi kemenangan pasukan Antonio Conte saat mereka berjalan menuju gelar pertama mereka dari tiga gelar Serie A berturut-turut.

Juve umukan 20 nama pemain untuk laga melawan Fiorentina

Massimiliano Allegri umumkan nama-nama pemainnya yang bertolak ke Florence untuk laga Serie A melawan La Viola hari Jumat malam

Massimiliano Allegri telah mengumumkan 20 nama pemain yang termasuk dalam skuadnya untuk laga Serie A Jumat malam melawan Fiorentina di Stadio Artemio Franchi.

Bianconeri akan tanpa Stephan Lichtsteiner yang dihukum larangan satu kali berlaga usai menerima kartu merah di kemenangan 2-1 Derby della Mole hari Minggu kemarin di Juventus Stadium.

Kwadwo Asamoah dan Romulo juga akan absen usai menjalani operasi pada cedera masing-masing pekan ini.



Pemain asal Ghana tersebut menjalani opersi arthroscopic untuk memperbaiki tulang rawan di lutut kirinya pada hari Selasa lalu, sementara Romulo menjalani operasi untuk memperbaiki masalah pada otot adductor di selangkangannya kemarin. Operasi Romulo berjalan sukses dan ia akan kembali beraksi setelah 90 hari.

Berikut skuad lengkap yang berangkat ke Florence:

1 Buffon
3 Chiellini
5 Ogbonna
6 Pogba
7 Pepe
8 Marchisio
9 Morata
10 Tevez
11 Coman
12 Giovinco
14 Llorente
19 Bonucci
20 Padoin
21 Pirlo
23 Vidal
30 Storari
33 Evra
34 Rubinho
37 Pereyra
38 Mattiello

Rizzoli akan memimpin laga melawan Fiorentina


Wasit kelahiran Modena ini akan memimpin laga antara Viola dan Bianconeri di Florence pada Jumat malam

Nicola Rizzoli telah resmi ditunjuk sebagai wasit pada laga Serie A hari Jumat yang mempertemukan Juventus dengan Fiorentina di Stadio Artemio Franchi.

Pria berusia 43 tahun, yang menjadi wasit final Piala Dunia tahun ini antara Jerman dan Argentina di Brazil, akan memimpin laga ke-25 yang melibatkan Bianconeri di Serie A, dimana sebelumnya ia memimpin laga yang berakhir dengan 11 kemenangan, delapan hasil imbang, dan lima kekalahan bagi Nyonya Tua.

Rizzoli juga menjadi wasit pada laga Juventus dan Fiorentina pada 2009 di Turin yang berakhir imbang 1-1.

Di Florence, ia akan didampingi oleh asisten wasit Stefani dan Faverani, ofisial garis gawang Banti dan Russo, serta ofisial keempat De Luca.

Allegri: "Fokus untuk Fiorentina"

Bos Juventus memberikan pandangannya jelang perjalanan hari Jumat malam ke Florence: "Mereka datang dari belakang kemudian meraih dua kemenangan tandang dan mereka mewakili rivalitas bersejarah kami. Sangat penting bagi kami untuk tetap waspada"

Massimiliano Allegri mengatakan bahwa sang pemimpin liga harus waspada saat mereka melawan Fiorentina di Artemio Franchi pada besok malam.

Setelah bermain dengan inkonsistensi pada awal musim ini, kemenangan tandang beruntun atas Cagliari dan Verona telah menyeret Viola kini hanya tertinggal tiga poin dari zona Liga Champions, membuat kepercayaan diri mereka melambung tinggi.

Tapi sementara mengakui kesulitan yang tak terelakkan di Florence, Allegri tetap yakin anak buahnya bisa membalas kekalahan 4-2 tahun lalu dengan tiga poin pada laga kali ini.

"Kami melawan tim yang meraih dua kemenangan tandang secara beruntun. Mereka juga rival bersejarah kami, jadi penting bagi kami untuk tetap waspada. Mereka mecetak empat gol di Cagliari dan sementara itu tidak pernah mudah untuk bermain di Florence, kami harus menatap laga ini dengan hasil positif. Kami dalam kondisi yang cukup baik dari sudut pandang fisik dan kami akan mengatasi permainan dengan tekad yang besar, melawan tim yang memainkan ciri khas yang baik dari sepak bola."

Berita positif menuju ke pertandingan melawan Viola adalah kembalinya Angelo Ogbonna, yang akan memperkuat pilihan Bianconeri menyusul konfirmasi absen jangka panjang bagi Kwadwo Asamoah dan Romulo.

"Ogbonna telah kembali dalam skuad dan dapat mewakili alternatif penting. Evra dalam kondisi yang baik dan butuh menit bermain sementara kita juga memiliki Padoin, yang telah melakukan tugasnya dengan baik, dan Mattiello, pemuda tapi memiliki tenaga besar. Barzagli masih dalam perjalanan untuk kembali ke kondisi kebugaran yang baik dan Caceres akan kembali untuk laga antara Sampdoria atau Cagliari."

Dengan Roma yang tertinggal tiga poin di belakang dalam mengejar Scudetto untuk tahun ini, Allegri ditanya tentang suara-suara positif yang keluar dari tempat latihan Giallorossi mengenai peluang mereka merebut Scudetto.



"Roma mengatakan mereka dapat memenangkan gelar? Ini tidak akan normal jika mereka tidak bisa. Mereka memiliki musim yang hebat musim lalu dan, seperti Juventus, itu tugas mereka untuk menang. Kami memiliki keunggulan tiga poin dan berharap untuk tetap di depan. Untuk melakukannya kami harus menang besok, mengetahui bahwa kami dan Roma akan berjuang melalui jalan ini melalui sampai akhir musim."

Sebuah tim yang kuat diperlukan untuk memberikan dorongan keyakinan yang kuat di beberapa area, dan Allegri mengatakan dia senang dengan campuran pemuda dan pemain berpengalaman yang dimilikinya, memberikan pujian khusus untuk contoh sukses dari rasa lapar yang ditampilkan oleh pemain veteran di antara jajaran nya.

"Saya pikir tim bekerja dengan baik. Kami telah membawa beberapa anak muda yang berkembang bersama dengan mereka yang disebut 'penjaga tua', yang merupakan tulang punggung tim dan memiliki mentalitas yang tepat. Mereka berlatih keras setiap hari dan apa yang mereka sudah menangkan tidak cukup bagi mereka."

Dalam hal peningkatan, manajer percaya timnya memiliki apa yang diperlukan untuk permainan mereka di tingkat teknis dan akan bekerja keras di tempat latihan untuk memastikan fluiditas yang lebih besar dalam bermain mereka.

"Kita bisa meningkat dalam hal bermain kami karena saya pikir kami punya pemain dengan karakteristik untuk melakukannya. Seperti kami telah kebobolan sangat sedikit gol dan nyaris tidak memberikan lawan kami melakukan tembakan, tapi kita dapat meningkat dari segi teknis."

Dengan laga terakhir Grup yang menentukan sebuah pertandingan melawan Atletico akan mengikuti laga setelah perjalanan hari Jumat ke Florence, Allegri menegaskan ambisi tim di Liga Champions sebelum menyimpulkan dengan merefleksikan kejutan tak terduga dari kompetisi tersebut. 

"Sasaran utama di Eropa adalah untuk mendapatkan tiket ke 16 besar dan membangun diri di delapan besar. Sulit untuk melangkah jauh di Liga Champions karena kompetisi ini sangat aneh. Saya ingat Chelsea kalah di final ketika Terry terpeleset dan gagal mengeksekusi penalti dan kemudian memenangkan satu setelah menghabiskan 118 menit dengan banyak pemain didalam kotak penalti mereka sendiri."

Rabu, 03 Desember 2014

Kekuatan penuh jelang melawan Fiorentina

Sesi latihan teknik, pola permainan, taktik khusus dan sesi latih tanding menjadi dasar dari sesi latihan intens di Vinovo hari ini



Juventus kembali berkumpul di Vinovo pagi ini untuk kembali memulai persiapan mereka jelang laga Serie A melawan Fiorentina di Artemio Franchi pada hari Jumat malam.

Enam kemenangan beruntun di segala kompetisi, berarti Bianconeri akan mendekati laga dalam kondisi yang panas, dan Massimiliano Allegri perlu waspada terhadap La Viola yang telah menjauh dari performa inkonsisten mereka di awal musim setelah mencatatkan dua kemenangan beruntun di Serie A untuk pertama kalinya sejak April.

Dengan hal ini berada dalam pikirannya, sang pelatih memimpin pasukannya dalam sebuah sesi latihan intensif yang berlangsung sekitar 90 menit. Dalam agenda hari ini adalah latihan teknik, pola permainan, pergerakan taktik khusus, dan diakhiri dengan sesi latih tanding.

Besok Bianconeri akan kembali ke Vinovo untuk menjalani sesi latihan terakhir sebelum bertolak ke Florence. Sebelum memberikan polesan akhir terhadap strategi timnya, Allegri dijadwalkan untuk menemui pada jurnalis dalam konferensi pers pada tengah hari waktu setempat.

Duo pembalap sepeda Gimondi dan Ghirotto mengunjungi Vinovo


Dua pembalap sepeda legendaris Italia berkunjung ke Vinovo sebagai tamu dari CEO Giuseppe Marotta hari ini

Tidak asing dengan hadirnya berbagai juara di bidangnya masing-masing dalam beberapa tahun terakhir, Juventus Center kembali menyambut kedatangan duo juara di Vinovo hari ini.

Felice Gimondi dan Massimo Ghirotto – dua pembalap sepeda legendaris Italia – mengunjungi Vinovo sebagai tamu dari CEO Giuseppe Marotta.

Sepanjang 14 tahun karirnya, Gimondi menjadi pembalap sepeda kedua setelah pembalap asal Perancis Jacques Anquetil yang memenangkan tiga Grand Tours dalam balap sepeda (Tour de France, Giro d’Italia dan Vuelta a España) sementara Ghirotto – yang pensiun pada 1995 – menjuarai Wincanton Classic pada 1992.

Fiorentina sejauh ini di Serie A

Sebuah awal yang tidak konsisten musim ini, terutama di kandang, melihat Fiorentina menempati posisi kedelapan setelah 13 pertandingan Serie A musim ini

Disebut-sebut sebagai penantang gelar potensial pada awal musim, Fiorentina memulai musim ini dengan mengecewakan di laga pembuka mengalami kekalahan 2-0 atas Roma segera diikuti oleh hasil imbang tanpa gol melawan 10 pemain Genoa, dengan Mattia Perin membuktikan diri sulit ditembus di gawang Rossoblu.



Mereka akhirnya mendapat kemenangan pada pekan ketiga, Jasmin Kurtić datang dari bangku cadangan untuk membungkam penonton tuan rumah dan meraih kemenangan melawan Atalanta di Stadio Atleti Azzurri d'Italia.

Berharap kemenangan pertama musim ini akan memacu performa ke depan, pasukan Vincenzo Montella ternyata menemukan diri mereka frustasi di kandang sendiri saat ditahan Sassuolo (0-0) dan laga tandang di Torino (1-1) sebagai pelengkap hasil tidak memuaskan bagi La Viola musim ini.

Sekali lagi, hasil positif 3-0 melawan Inter, dikunci melalui gol - gol dari Khouma Babacar, Juan Cuadrado dan Nenad Tomovic, membuat tampaknya demam panggung di kandang untuk laga Serie A telah sembuh, namun Lazio ternyata tidak membiarkan itu terjadi dan meraih kemenangan 2-0 yang nyaman di Artemio Franchi pada minggu berikutnya.

Setelah memantapkan laga dengan hasil imbang 1-1 melawan Milan arahan Pippo Inzaghi di San Siro, Fiorentina mencatat kemenangan kandang kedua mereka musim ini seminggu kemudian, dua gol Babacar dan Borja Valero menghancurkan Udinese.

Tapi inkonsistensi kembali menghantui mereka saat mengalami kekalahan beruntun atas Sampdoria (3-1) dan Napoli (1-0) mereka semakin kehilangan tempat Eropa.

Pekan lalu Viola mengubah posisi klasemen, dengan kembali menang atas Hellas Verona (2-1) dan Cagliari (4-0) membawa mereka tertinggal hanya tiga poin dari urutan kelima Sampdoria.

Mereka akan berharap untuk membuatnya tiga berturut-turut pada hari Jumat melawan Juventus, tim yang mereka kalahkan 4-2 pada musim lalu.

Selasa, 02 Desember 2014

Penggalangan dana amal untuk mengenang Ale dan Ricky

Empat perwakilan klub menghadiri makan malam spesial, yang diatur oleh ‘Associazione Alessio Ferramosca and Riccardo Neri’, bertujuan untuk menggalang dana bagi proyek yang membantu ank-anak yatim piatu di India



Empat perwakilan dari Juventus Football Club menghadiri makan malam spesial untuk penggalangan dana yang diselenggarakan oleh ‘Associazione Alessio Ferramosca and Riccardo Neri’, sebuah penggalangan dana amal yang didirikan untuk mengenang dua pemain muda akademi yang meninggal dunia secara tragis di Vinovo pada 15 Desember 2006.

Massimiliano Allegri, Fernando Llorente, Luca Marrone dan Gianluca Pessotto semua berada di Pino Torinese untuk membantu penggalangan dana bagi Mission Mirik, sebuah proyek yang dibangun di India dengan tujuan untuk menyediakan akomodasi dan pendidikan bagi anak-anak yatim dan piatu di sana.

Kerja sama ini akan memperlihatkan sebuah lapangan sepak bola yang dibangun dan dinamakan dengan nama kedua pemain muda tersebut sebagai penghargaan.

Fokus untuk Fiorentina berlanjut di Vinovo

Pasukan Massimiliano Allegri menatap laga tandang hari Jumat di Florence dengan menjalani sesi latihan pagi ini di Juventus Center. Berita terbaru tentang Asamoah dan Romulo yang menjalani operasi

Dengan curah hujan pada akhir pekan yang melanda Vinovo telah mereda di tengah malam, Bianconeri kembali ke lapangan yang sudah kering di Juventus Center pagi ini untuk melanjutkan persiapan mereka jelang pertandingan Jumat malam di Artemio Franchi, di mana mereka akan melawan tim urutan kedelapan Fiorentina.



Sementara rekan satu timnya menjalani sesi latihan, Kwadwo Asamoah berada di Barcelona untuk menjalani operasi arthroscopic untuk memperbaiki tulang rawan yang robek di lutut kirinya. Dioperasi oleh Dr Cugat dan disertai dengan dokter klub Causarano, pemain asal Ghana diperkirakan akan kembali beraksi kompetitif dalam waktu tiga sampai empat bulan.

Juga akan berada di meja operasi adalah Romulo, yang mengalami cedera adduktor dan akan dioperasi oleh Dr. Cohen di San Paolo. Pemain milik Hellas Verona, yang akan diawasi oleh staf medis dari klub pemiliknya, dan akan tetap berhubungan dengan dokter Bianconeri. 

Sisa dari skuad tim pertama akan berkumpul kembali di tempat latihan besok pagi, ketika taktik dan pergerakan akan menjadi menu utama untuk persiapan di Florence diharapkan untuk membentuk kekuatan lebih selama sesi latihan besok. 

Maurizio Arrivabene tetap berada di dewan direksi


Setelah penunjukan baru-baru ini di Scuderia Ferrari, anggota dewan direksi ini telah dibebastugaskan dari jabatannya tetapi telah dipilih oleh dewan sebagai direktur non-independen

Sebagai hasil dari pengangkatannya sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Olahraga dan Team Principal dari Scuderia Ferrari, direktur independen Maurizio Arrivabene hari ini telah melangkah pergi dan sesuai persyaratan independensi dengan ini kehilangan posisinya direktur Juventus sesuai pasal 147, ayat 4 dari TUF (Testo Unico della Finanza).

Dewan direksi Juventus bertemu hari ini untuk pengangkatan direktur baru sesuai dengan pasal 2386 KUH Perdata Italia dan telah memutuskan untuk memilih Arrivabene sebagai direktur non-independen hingga pertemuan pemegang saham berikutnya.

Dengan mempertimbangkan proyek-proyek penting klub saat ini yang tengah dilakukan, dewan percaya bahwa itu sangat penting untuk mempertahankan seorang individu yang telah digambarkan profesionalisme dan kompetensi kontinuitas dengan pekerjaan yang telah dilakukan selama dua tahun pertamanya di kantor.

Senin, 01 Desember 2014

Persiapan menjelang Fiorentina telah dimulai

Pasukan Massimiliano Allegri kembali ke lapangan Vinovo untuk menjalani sesi latihan pagi sebagaimana laga hari Jumat malam melawan La Viola di Florence semakin dekat



Masih hangat dari laga menegangkan Derby della Mole melawan Torino yang berakhir 2-1 di Juventus Stadium kemarin malam, Bianconeri kembali ke Vinovo untuk menjalani sesi latihan jelang laga Serie A melawan tim posisi delapan Fiorentina di Florence.

Para pemain yang turun pada pertemuan melawan Granata kemarin menjalani sesi peregangan sementara skuad Massimiliano Allegri lainnya berada di lapangan Juventus Center dibawah guyuran hujan untuk menjalani serangkaian latihan berbeda yang fokus pada kebugaran dan teknik.

Besok Bianconeri akan kembali ke Vinovo untuk menjalani sesi latihan tunggal di pagi hari. 

Allegri puji semangat tempur Juve

Pelatih asal Tuscan mengambil poin-poin kemenangan di derby malam ini atas Torino: "Kredit ke para pemain, mereka tidak pernah berhenti untuk percaya"

Massimiliano Allegri memberikan kredit untuk timnya yang tidak pernah menyerah setelah Derby della Mole diselesaikan tepat pada detik terakhir melalui gol Andrea Pirlo.



Meskipun bermain dengan 10 orang setelah Stephan Lichtsteiner dihukum kartu merah pada tahap penutupan laga, pasukan Allegri terus menunjukkan ambisi dan melihat ketekunan mereka dihargai ketika Pirlo muncul dengan gol yang layak memenangkan pertandingan pada menit ke-93.

Berbicara kepada media setelah pertandingan, pelatih asal Tuscan memulai: "Kredit untuk para pemain, mereka tidak pernah berhenti percaya. Ini menjadi pertandingan yang sulit setelah mereka menyamakan kedudukan dan mungkin hasil imbang akan menjadi hasil yang lebih adil, tapi kami pantas menang saat melawan Genoa kala itu dan ini sebagai ganti untuk hasil tersebut."

Ada kisah dua bagian untuk Bianconeri malam ini, dengan permainan yang layak pada 45 menit pertama  serta kinerja yang kurang terjamin setelah jeda.

Allegri mengakui kesulitan yang diderita oleh timnya setelah istirahat dan mengungkapkan kekecewaannya saat kebobolan.

"Kami memainkan babak pertama yang layak. Itu adalah sedikit dari gol 'aneh' yang membobol gawang kami karena jarang melihat seseorang berlari 70 meter dengan bola di kakinya dan kemudian mencoba peruntungannya. Kita harus berurusan dengan situasi yang jauh lebih baik. Kami benar-benar berjuang di babak kedua, Torino memberikan kami kesulitan diatas lapangan." 

Komentar akhir sang manajer tertuju pada penentu kemenangan Andrea Pirlo, manajer mengatakan ia memiliki kepercayaan dalam merubah suatu hasil saat diperlukan. Dia menyimpulkan: "Saya tidak pernah meragukan kualitasnya. Dia absen selama 45 hari dan saya menempatkan dia kembali langsung untuk pertandingan penting saat melawan Roma. "

Minggu, 30 November 2014

Aksi heroik Pirlo menghasilkan kemenangan Derby di akhir pertandingan

Andrea Pirlo lesakkan gol fantastis dari jarak 22 meter saat laga tersisa empat detik lagi untuk pastikan Juventus meraih tiga poin dalam kemenangan 2-1 dalam laga Derby della Mole atas rival sekota Torino tadi malam

Tendangan keras Andrea Pirlo dari luar kotak penalti lawan saat laga tersisa empat detik membawa Juventus meraih kemenangan ketujuh kalinya secara beruntun dalam Derby della Mole atas rival sekota Torino dengan kemenangan dramatis 2-1 di Juventus Stadium.

Bermain dengan 10 pemain setelah Stephan Lichtsteiner diusir keluar oleh wasit di menit ke-78 karena mendapat dua kartu kuning, Bianconeri tetap mempertahankan keyakinan mereka dan akhirnya keyakinan itu membuahkan hasil di penghujung laga ketika sang gelandang melepaskan tendangan jarak jauh khasnya untuk menempatkan timnya unggul 6 poin di puncak klasemen di atas Roma yang menjamu Inter beberapa saat kemudian tadi malam.

Gelegar malam laga Serie-A diawali dengan dua gol di awal waktu, Arturo Vidal membawa tim tuan rumah unggul lewat tendangan penalti di menit ke-15 sebelum kemudian aksi memukau Bruno Peres yang berlari kencang dan penyelsaian baiknya menyamakan kedudukan delapan menit kemudian.

Bersama dengan menaiknya tensi laga karena kedua tim merasa optimis bisa memenangkan pertandingan sejak babak kedua bergulir, terciptalah banyak peluang bagi kedua tim ketika pertandingan di Juventus Stadium itu nampak akan berkahir imbang.

Namun sorak-sorai paling membahana tadi malam diperuntukkan buat Pirlo, yang menyarangkan bola ke jala gawang lawan dengan tendangan kerasnya dan akhirnya membuat seisi stadion meledak. Awal laga nampaknya berpihak pada Bianconeri, sedang Torino berusaha keras untuk bisa keluar dari wilayahnya sendirim karena tuan rumah terus-menerus memberi tekanan .

Namun demikian, tanda peringatan dinyalakan oleh Fabio Quagliarella, dimana tendangannya dari tendangan bebas tak langsung dari jarak jauh di menit ke-10 mampu ditangkap oleh Marco Storari, yang menggantikan Gigi Buffon yang cedera.

Tendangan bebas lagi, kali ini di pihak sebaliknya, memberi Juventus peluang emas untuk memimpin tiga menit kemudian. Tendangan bebas Andrea Pirlo mengenai tangan Omar El Kaddouri, mau tak mau Daniele Orsato menunjuk titik putih. Vidal, yang mengeksekusi penalti dengan tenang kembali membuat Gillet salah langkah untuk kedua kalinya setelah sebelumnya upaya Vidal tidak disahkan oleh wasit.

Harus segera merespon balik, tim “Granata” menjawab tantangan itu dengan menyamakan kedudukan delapan menit kemudian, solo-run yang sangat baik oleh Peres berhasil melewati para pemain Bianconeri sebelum kemudian mengakhirinya dengan penyelesaian yang baik pula.



Gol penyeimbang itu meningkatkan kepercayaan diri Torino dan semakin memperbanyak ancaman di wilayah pertahanan, dimana kedua penjaga gawang harus selalu waspada karena ancaman-ancaman dari kedua tim mulai berdatangan.

Peluang Juventus di penghujung babak pertama, berawal dari upaya Patrice Evra di sayap kiri, bisa saja membawa mereka balik unggul namun tendangan sekali sentuhan Vidal dan kemudian Tevez di dalam kotak penalti lawan memupuskan peluang-peluang bagus itu.

Meski Bianconeri mengawali babak kedua dengan sangat baik, faktanya Torino-lah yang hampir saja unggul di menit ke-51 ketika tendangan Fabio Quagliarella melebar hanya beberapa meter berkat tekanan dari Storari yang bergerak maju.

Lalu giliran Juventus, dimana Leonardo Bonucci memaksa Jean-Francois Gillet meluncur untuk menyelamatkan bola dari jarak 27 meter, sebelum kemudian Tevez hanya melepaskan tendangan yang melenceng ke atas gawang setelah memperoleh ruang tembang dari luar kotak penalti.

Masuknya Alvaro Morata dan Roberto Pereyra menggantikan Fernando Llorente dan Claudio Marchisio memberi Bianconeri dorongan segar saat laga memasuki 30 menit terakhir.

Namun karena Torino menjaga permainan dan nampaknya hanya ingin mengamankan satu poin, tuan rumah dipaksa bersabar untuk menemukan jalan memecah kebuntuan. Mereka pun mengira saatnya tiba ketika Pereyra memberi umpan kepada Vidal dan mencetak gol di menit ke-76, namun hakim garis menilai pria Chile itu berada paa posisi offside dan ia pun mengangkat benderanya.

Beberapa saat kemudian beban mereka semakin berat ketika Stephan Lichtsteiner diusir keluar oleh Orsato atas tekel kerasnya kepada Omar El Kaddouri, pelanggaran berbuah kartu kuning keduanya pada pertandingan ini.

Karena tim Massimiliano Allegri bermain dengan sepuluh pemain, Torino mulai percaya diri untuk bisa mengehentikan rekor tak pernah menang dalam laga derby selama 19 tahun dengan meraih kemenangan. Mereka hampir unggul melalui Kamil Glik dan El Kaddouri, namun kekurangcermatan dan aksi-aksi penyelamatan Storari menggagalkan upaya-upaya itu.

Akhir cerita, Pirlo-lah yang kemudian mengegerkan seisi stadion ketika ia menciptakan gol dengan sebuah tendangan menakjubkan dari luar kotak penalti lawan untuk memastikan rekor kemenangan ketujuh kalinya dalam laga derby bagi pasukan hitam-putih.