Non Ci Servono Tante Parole | Ora JUVE Ora

Minggu, 21 Desember 2014

Buffon targetkan gelar ganda domestik

Sang kapten sangat lapar untuk meraih gelar kembali bersama Juventus yang dimulai dengan Scudetto pada bulan Mei lalu: "Tujuan kami cukup sederhana yaitu untuk menang, sehingga kami dapat menyelesaikan siklus yang kami mulai ketika kami memenangkan gelar Scudetto"

Gigi Buffon mengatakan sang juara bertahan bertekad untuk menyelesaikan pekerjaan mereka yang dimulai dari Scudetto dan menargetkan gelar ganda domestik ketika mereka berhadapan dengan pemenang Coppa Italia Napoli pada Senin malam.



Berbicara kepada media di Doha, sang kapten mengatakan: "Tujuan kami adalah cukup sederhana untuk menang, sehingga kami dapat menyelesaikan siklus yang kami mulai ketika kami memenangkan gelar Scudetto."

Pemain berusia 36 tahun mengharapkan juara bertahan untuk membawa pulang piala super menghadapi Napoli, Ia percaya akan ada sedikit keberuntungan untuk memilih antara kedua tim pada malam esok.

"Saya pikir Napoli adalah salah satu dari sepuluh tim terbaik di Eropa ketika datang ke pertandingan yang dimainkan satu kali. Jika Anda melihat kualitas individu dan cara kedua tim bermain saya kira kita berbagi filosofi bermain yang sama, yaitu untuk mendikte tempo dan menyerang lawan, meskipun dengan berbagai taktik.

"Kedua belah pihak karena itu akan terlihat untuk mengeksploitasi senjata yang mereka miliki dengan penuh, dan saya pikir Napoli bisa bertempur dengan kami atas dasar persamaan dalam kontes satu pertandingan."

Buffon menyampaikan kegembiraannya dengan sambutan hangat yang diberikan kepada Bianconeri selama mereka tinggal di Qatar sejauh ini.

"Kami sudah bertemu dengan antusiasme yang luar biasa di sini. Saya rasa banyak dari kami - termasuk saya sendiri - bahkan tidak tahu ada klub Juve di sini juga. Sambutan yang kami dapatkan tentu membuat kami merasa istimewa dan dicintai. "

Rabu, 17 Desember 2014

Arturo Vidal Akui Tak 100 Persen Fit

Gelandang Juventus Arturo Vidal mengaku kondisinya saat ini masih belum sepenuhnya pulih dan fit dari cedera lutut yang dialaminya beberapa waktu lalu.



Vidal menjalani operasi pemulihan pada lututnya setelah musim lalu berakhir dan saat ini masih berusaha kembali pulih, meski sebelumnya masih bisa tampil bersama Cili di Piala Dunia 2014.

"Tak mungkin saya menyesali tampil di Piala Dunia, terlepas dari kondisi lutut saya," kata Vidal, Kamis (17/12).

"Sudah menjadi mimpi saya bermain di turnamen itu, merupakan pengalaman yang luar biasa dari skuat, termasuk atmosfer hingga kepercayaan yang diberikan pelatih pada saya."

"Saya mengalami cedera serius di akhir musim lalu, saya pastinya tak berada di kondisi terbaik saya dalam beberapa bulan karena saya masih berusaha kembali fit 100 persen."

"Sudah jelas saya mengalami kesulitan, tapi 2015 akan menjadi tahun yang lebih baik. Saya sangat antusias menyambutnya," tandasnya.

Selasa, 16 Desember 2014

Florentin Pogba Ingin Menangkan Trofi Bersama Paul Pogba

Florentin Pogba, personel AS Saint-Etienne, mengungkapkan keinginannya kelak bermain bersama dengan saudaranya, Paul Pogba.

Nama terakhir jauh lebih meroket bersama dengan klubnya Juventus dan dia telah menembus skuat utama Prancis.



Menurut Florentin, bermain dengan sang saudara akan menjadi pengalaman yang luar biasa, apalagi jika bisa mengangkat trofi bersama.

"Main bareng saudara di klub yang sama dan memenangkan trofi bersama sungguh menjadi mimpi saya," ujar Florentin kepada wartawan.

"Jika suatu saat kesempatan ini tiba, maka inilah keinginan kami, cita-cita kami sejak masa kecil," tambah Florentin.

Florentin telah bermain di 14 pertandingan, 11 laga Ligue 1 dan lima partai di kancah Liga Europa.

Paul Pogba Ingin Lampaui Patrick Vieira

Gelandang Juventus Paul Pogba bertekad kuat menjadi lebih hebat dari legenda Arsenal Patrick Vieira.



Pogba selalu dikait-kaitkan dengan pelatih pengembangan Manchester City tersebut, bahkan gelandang berbakat Prancis ini diyakini bisa menjadi penerus sang legenda.

Namun, Pogba mengaku ingin melampaui karier Vieira.

"Saya merasa terhormat dibanding-bandingkan dengan Vieira," ujar Pogba kepda wartawan.

"Saya merasa senang orang-orang berpikir demikian. Akan tetapi ambisi saya menjadi lebih tangguh melebihi dia," tambah pemain 21 tahun tersebut.

Pogba mengaku ingin memiliki pengalaman karier sepeti yang pernah dilalui sang legenda Prancis Michel Platini.

"Seperti Michel Platini? Andai saja! Saya ingin menjalani karier seperti miliknya," tandas Pogba.

Morata: "Senang dengan kehidupan di Juventus"

Sang penyerang membahas beberapa bulan pertamanya di Turin, perbedaan antara sepak bola Spanyol dan Italia dan hasil undian Liga Champions

Alvaro Morata menyampaikan kegembiraannya bagaimana beberapa bulan pertamanya di Turin dan mengatakan ia akan berusaha meningkatkan jumlah golnya untuk terus memenuhi tuntutan pertandingan di Italia.

Pemuda berusia 22 tahun percaya kombinasi kiper yang baik dan mentalitas sepakbola yang berbeda dari yang digunakan di negara asalnya Spanyol telah membuatnya mencetak empat gol sejauh musim ini.

Tapi dia tetap yakin untuk menambah golnya, terutama dengan bimbingan sehari-hari yang ditawarkan oleh Massimiliano Allegri dan timnya serta juga staf pendukung yang memberikan dedikasi.

Berbicara kepada Sky, sang striker berkata: "Saya sangat senang bisa bermain untuk Juventus. Saya berada di klub terbaik di Italia dan salah satu yang terbaik di Eropa. Kami lolos babak 16 besar Liga Champions dan berada di puncak klasemen liga Italia.

"Saya senang dengan kesempatan yang telah diberikan untuk saya. Meskipun Saya baru  mencetak gol lebih sedikit, saya telah memainkan beberapa pertandingan yang layak dan  menemukan diri melawan para kiper dalam performa yang baik."

"Lebih sulit untuk mencetak gol di Italia. Di Italia pemain bertahan lebih berpengalaman dan tahu bagaimana bertahan lebih baik, terutama melawan tim di papan atas seperti Juve di mana mereka tahu bahwa mereka perlu untuk bertahan dengan baik jika mereka ingin mengambil poin dari kami.



"Ini berbeda dengan di Spanyol. Semua orang berpikir untuk menyerang dengan sedikit berpikir untuk menjaga posisi pertahananan dan penguasaan bola. Saya harus beradaptasi karena perbedaan yang cukup jelas.

"Ada rincian tertentu dari manajer dan staf kepelatihannya yang dijalankan dengan saya dan ketika saya dapat membawa mereka keluar lebih baik, saya akan dapat meningkat lebih jauh lagi."

Faktor penting di balik transisi mulus Morata untuk hidup di Turin telah mendapat dukungan dari rekan senegaranya Fernando Llorente, yang memberikan saran dan persahabatan penting mereka membantu anak muda kelahiran Madrid merasa seperti di rumah.

"Fernando adalah pemain hebat dan seorang pria luar biasa. Tidak ada persaingan dalam tim, kami dan rekan-rekan membantu Juve di Italia dan Eropa. Saya yang pertama berbahagia ketika dia mencetak gol dan begitu juga sebaliknya."

Pemenang Liga Champions tahun lalu dengan Real Madrid, Morata berbagi pandangan mengenai ancaman yang ditimbulkan oleh lawan mereka di babak 16 besar, Borussia Dortmund, tetapi mengatakan tekad Bianconeri adalah untuk bermain dan mendapatkan hasil yang menarik.

"Mereka tim yang hebat yang telah melakukan permainan tingkat tinggi di Jerman dan Eropa selama bertahun-tahun. Mereka selalu lolos ke Liga Champions dan telah mendapatkan jalan ke final. 

"Posisi liga mereka saat ini tidak adil dan saya yakin mereka akan menyelesaikan liga di posisi atas. Ini akan menjadi pertandingan yang layak dan kami ingin menunjukkan bahwa kami bisa menang."

Juve berjaya di penghargaan Gran Galà del Calcio


Tujuh Bianconeri masuk ke dalam11 pemain terbaik liga sebagai penghargaan atas musim penuh pemecahan rekor tahun lalu. Andrea Pirlo juga menjadi pemain terbaik tahun ini dalam acara penganugerahan yang berlangsung Senin malam di Milan

Juventus menikmati malam penuh kesuksesan pada acara ‘Gran Galà del Calcio’ yang berlangsung di Milan, dengan tujuh pemain utama meraih penghargaan pemain terbaik musim lalu, dengan catatan rekor 102 poin, di posisinya masing-masing.

Acara ini, yang diselenggarakan oleh AIC (Asosiasi Pemain Sepak Bola Italia), dan sekarang pada edisi keempat setelah menggantikan acara sebelumnya ‘Oscar del Calcio’ pada 2011 dan para pemenang dipilih oleh para juri yang terdiri dari para pemain, pelatih, wasit, dan jurnalis.

Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, Kwadwo Asamoah, Andrea Pirlo, Paul Pogba, Arturo Vidal dan Carlos Tevez semuanta terpilih masuk dalam Best XI Serie A setelah ketujuh pemain tersebut berperan penting dalam membantu Bianconeri memenangkan gelar liga untuk ketiga kalinya secara berturut-turut’

Dan penghargaan tidak berhenti sampai di situ, ketika Andrea Pirlo diberikan penghargaan sebagai Pemain Terbaik Serie A tahun 2014, setelah memenangkan gelar yang sama pada 2012 dan 2013, serta Juventus menjadi tim terbaik di tahun 2014.

Selain itu, Antonio Conte, yang memimpin Bianconeri kepada raihan tiga gelar beruntun itu juga memperoleh penghargaan sebagai Pelatih Serie A terbaik tahun 2014 atas semua yang telah ia berikan saat menjadi pelatih Juventus.

Senin, 15 Desember 2014

Andrea Pirlo Pemain Terbaik Italia 2014

Andrea Pirlo dinobatkan sebagai pemain terbaik Italia tahun 2014. Penghargaan pun diberikan di Gran Gala del Calcio semalam.



Pirlo terpilih sebagai pemain terbaik setelah mendapatkan suara terbanyak dari AIC, Asosiasi Pemain Italia. Penampilan impresifnya bersama Juventus menjadi alasan utama terpilihnya ia sebagai pemain terbaik.

Sementara untuk tim terbaik, Juventus dinobatkan sebagai tim nomor wahid, sedangkan Gianluigi Buffon menjadi kiper terbaik.

Pemain Juventus lain yang juga mendapat penghargaan adalah Kwadwo Asamoah, Andrea Barzagli, Paul Pogba, Pirlo, Arturo Vidal dan Carlos Tevez, yang masuk dalam susunan tim terbaik 2014.

Ada pun Gonzalo Higuain dipilih sebagai penyerang tengah terbaik, sedangkan Ciro Immobile sebagai penyerang kanan terbaik. Sementara Matteo Darmian dari Torino ditunjuk sebagai bek kanan terbaik dan Mehdi Benatia sebagai bek tengah terbaik.

Untuk posisi pelatih terbaik disabet oleh Antonio Conte.

Andrea Pirlo Tegaskan Belum Akan Pensiun

Selama fisik masih kuat, gelandang veteran Juventus Andrea Pirlo menegaskan dirinya belum akan gantung sepatu.



Pirlo, yang kini sudah mencapai usia 35 tahun, disebut-sebut bakal pensiun dalam satu hingga dua tahun mendatang. Namun, pemain internasional Italia ini sama sekali belum menunjukkan keinginan untuk mengakhiri karier profesionalnya yang ia lakoni sejak bergabung dengan Brescia pada 1995.

“Saya masih memiliki kontrak satu setengah tahun di Juventus,” ujar Pirlo. “Masa depan saya tidaklah tertulis di batu. Saya akan terus bermain dan memenangkan gelar. Tapi itu semua tergantung kondisi fisik saya,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Pirlo juga memberikan pujiannya kepada salah satu juniornya yang banyak diprediksi akan berkembang menjadi salah satu pemain terbaik di dunia, Paul Pogba.

“Dengan kekuatan yang ia miliki, Pogba akan melakukan apa saja untuk bisa menjadi pemain hebat. Ini semua tergantung pada dirinya sendiri dan motivasi personal. Dia juga harus mendengarkan nasihat dari orang lain,” kata Pirlo.

Juventus Bukan Favorit di Liga Champions

TURIN, KOMPAS.com - Gelandang Juventus, Andrea Pirlo, menilai meski berhasil lolos ke 16 besar Liga Champions 2014-15, timnya pada musim ini bukan favorit memenangi trofi turnamen tersebut.



Juventus lolos ke 16 besar setelah finis di peringkat kedua Grup A, kalah saing dari Atletico Madrid yang berstatus sebagai juara grup. Pada 16 besar, Juventus bakal menghadapi Borussia Dortmund. 

"Sangat penting bagi kami untuk lolos dari penyisihan grup. Jika Anda melihat seluruh pertandingan, kami pantas melaju ke babak selanjutnya," ungkap Pirlo. 

"Kami telah mencapai target pertama kami. Kami sekarang harus berjuang untuk memenangi trofi. Tim-tim favorit masih Bayern Muenchen, Chelsea, Barcelona, dan Real Madrid," tambah pemain berusia 35 tahun tersebut. 

Melawan Dortmund pada 16 besar adalah pertemuan kedua Juventus setelah final Liga Champions 1997. Ketika itu, Dortmund berhasil memenangi Liga Champions setelah mengalahkan Juventus 3-1.

Vidal: Juventus Lebih Favorit Dibanding Dortmund

Metrotvnews.com, Turin: Hasil undian babak 16 besar Liga Champions menempatkan Juventus bertemu dengan Borussia Dortmund. Gelandang "I Bianconeri" Arturo Vidal menegaskan bahwa timnya lebih difavoritkan untuk bisa lolos ke babak 16 besar dibanding Dortmund.

Hal itu dia utarakan disela-sela acara penghargaan Gran Gala del Calcio. Dia menyatakan bahwa Juventus memang lebih difavoritkan untuk bisa lolos ke babak selanjutnya dibanding tim asuhan Jurgen Klopp itu.



"Borussia Dortmund adalah tim muda yang bagus dan bermain dengan baik, tentu saja mereka ingin mengalahkan kami. Akan tetapi, saya bisa katakan kalau Juventus punya 51 persen kemungkinan untuk lolos," ujar Vidal.

"Juventus lebih favorit, lalu apa tujuan saya di tahun 2015? Saya ingin memenangi segalanya," tegas Vidal.

Skuat asuhan Massimiliano Allegri tentu tak ingin tampil mengecewakan saat menghadapi wakil Jerman tersebut meski pernah mendapatkan pengalaman buruk kala bersua Dortmund. Pada edisi 1997, Juventus harus tunduk 1-3 usai dikalahkan Dortmund di final Liga Champions. (Footbal-Italia)

Buffon gembira menghadapi ujian dari Borussia

Sang kiper memberikan reaksinya terhadap undian Liga Champions hari ini: "Ini hasil undian yang wajar bagi kami, itu bisa jadi lebih baik, tetapi juga bisa jadi buruk. Ini akan menjadi tes yang sangat baik di stadion yang fantastis"



Gianluigi Buffon mengungkapkan bahwa Juventus telah mendapatkan tim yang paling ingin dijumpai di babak 16 besar Liga Champions - Borussia Dortmund.

Sang kiper percaya juara Bundesliga 2012 dan runner-up Liga Champions 2013 akan memberikan tes menarik di Eropa bagi Bianconeri yang akan dimulai dari akhir Februari.

Berbicara dari tempat latihan tim di Vinovo, Buffon mengatakan: "Mereka adalah tim yang saya harapkan untuk kami hadapi. Bukan karena saya menganggap mereka akan kalah dengan tim pemuncak grup yang tersisa di undian, tapi karena saya pikir itu akan menjadi tolok ukur yang berguna bagi kami, memungkinkan kami untuk bekerja seberapa jauh kami bisa melangkah dan bagaimana kami bisa menjadi lebih baik. Ini akan menjadi tes yang sangat baik di stadion yang fantastis."

Dengan tim seperti Real Madrid dan Bayern Munich yang tersisa di undian ketika Juventus dipilihkan lawan, Buffon mengakui hasil undian itu "masuk akal" tapi cepat menunjukkan ancaman yang ditimbulkan oleh salah satu dari tim terbaik Bundesliga itu.

"Itu adalah hasil undian yang wajar, itu bisa menjadi lebih baik, tetapi juga bisa menjadi buruk. Saya punya banyak rasa hormat untuk tim yang akan kami lawan. Dua tahun lalu mereka mencapai final Liga Champions dan lebih memegang kendali dengan Bayern.

"Di Eropa mereka tahu bagaimana mengubah diri mereka sendiri dan menghasilkan keuntungan yang lebih besar daripada di liga mereka. Ini akan menjadi ujian berat, tetapi juga salah satu yang tak terelakkan jika kita ingin memiliki harapan untuk mencapai tujuan penting."

Minggu, 14 Desember 2014

Evra: “Kecewa, kami seharusnya mencetak gol kedua”

Disamping mencetak gol perdanya bagi Bianconeri, sang bek kiri ini mengekspresikan rasa frustrasinya karena tidak dapat meraih tiga poin dan berbicara mengenai kembali bangkit dengan kemenangan atas Cagliari



“Gol saya akan menjadi lebih penting jika kami bisa menang hari ini. Saya senang bisa mencetak gol, namun juga kecewa dengan hasil yang kami raih sebab laga sudah menjadi milik kami di babak pertama. Jika kami bisa mencetak gol kedua sebelum jeda maka hasilnya akan lebih baik,” ungkap Patrice Evra.

Pemain dengan mental juara, Evra tidak bisa menyembunyikan kekecawaannya karena kehilangan dua poin di Juventus Stadium. Pemain Prancis ini adalah pemain kunci dalam hasil imbang melawan Sampdoria, sundulannya di di tiang jauh adalah gol pertamanya untuk klub dan menempatkan Juve unggul 1-0.

"Kami merasa baik di babak pertama. Kami berbicara tentang hal itu sebelumnya dan ingin membuat awal yang baik. Sebagaimana yang terjadi, kami hanya tidak bisa mendapatkan gol kedua dan itu kembali menghantui kami setelah istirahat. Kami kecewa, tapi kami masih pemimpin liga jadi kami hanya akan fokus pada pertandingan berikutnya," jelas Evra.

Pemain Prancis ini berada dalam keinginan meraih kemenangan di pertandingan Bianconeri  berikutnya melawan Cagliari: "Kami harus menang di laga tandang. Tidak peduli apa yang Roma lakukan hari ini, kami telah menjatuhkan dua poin di sini dan itu tidak cukup baik. Kami harus mengalahkan Cagliari. Kami punya karakter besar dan kepribadian jadi saya yakin kami akan melakukannya," lanjut Evra.

Ada juga waktu untuk pemain berusia 33 tahun untuk menjelaskan selebrasinya, yang memperlihatkannya berlari ke bangku cadangan Juve setelah mencetak gol: "Gol ini saya dedikasikan untuk adikku Annette dan pelatih Marco Luison. Dia bekerja sangat keras untuk membantu saya kembali dari cedera, "pungkas Evra.

J-Member menyerahkan penghargaan MVP kepada Pogba sebelum laga melawan Sampdoria

Setiap pekan fans Bianconeri yang tergabung dengan komunitas JuventusMembership memilih pemain terbaik mereka tiap laga dalam “MVP persembahan Hanwha”. Paul Pogba memperoleh suara terbanyak pada bulan November dan memperoleh penghargaan yang layak diterimanya tersebut dari tangan Juventus Premium Member, Cristina, sesaat sebelum kick off melawan Sampdoria



Suasana yang membuat lutut terasa lemas. Juventus Stadium, dipenuhi oleh seruan para fans, semua siap untuk laga Juve selanjutnya. Dan disanalah dia, di sisi lapangan beberapa menit sebelum kick off, Cristina, seorang Juventus Premium Member, menantikan saat-saat dirinya akan berjumpa dengan Paul Pogba.

Cristina Tallevi adalah seorang Juventus Premium Member. Setelah setiap laga, usai menyaksikan Bianconeri beraksi, ia memilih pemain terbaik laga pilihannya melalui polling resmi komunitas Bianconeri. Kecintaan dan konsistensinya terbayarkan karena ia terpilih untuk menyerahkan penghargaan “MVP persembahan Hanwha” kepada pemain yang memperoleh voting terbanyak di bulan November.

Dan pemain yang memperoleh suara terbanyak oleh J-Member pada bulan lalu adalah bintang asal Perancis Paul Pogba, usai serangkaian penampilan fantastis dan gol-gol pentingnya yang membantu tim mencatatkan rekor atas Olympiacos di Liga Champions dan Lazio di Serie A.

Dan demikianlah, bagaimana Cristina dapat bertemu dengan Paul di Minggu siang di bulan Desember. Setelah bertemu dengan gelandang Perancis tersebut, ia meraih plakat MVP dan menyerahkannya ke tangan Pogba, disaksikan oleh puluhan ribu pasang mata. Lututnya mungkin bergetar namun itu pasti merupakan pengalaman yang tidak akan ia lupakan seumur hidupnya.

Jika anda belum menjadi Premium Member apa lagi yang anda tunggu? Raih keuntungan dengan potongan harga 20% yang tersedia hingga 24 Desember dan jadikan JuventusMembership sebuah hadiah natal yang sempurna bagi anda sendiri atau orang yang anda cintai!

Jumat, 12 Desember 2014

Stephan Lichtsteiner Lebih Suka Massimiliano Allegri Ketimbang Antonio Conte


Menyoal taktik, bek kanan Juventus, Stephan Lichtsteiner, mengaku lebih cocok dengan Massimiliano Allegri ketimbang Antonio Conte. Ya, skema 3-5-2 ala pelatih yang disebut terakhir ternyata kurang disukai pemain asal Swiss tersebut.

Lichtsteiner jauh lebih menyukai skema empat bek dalam 4-2-1-2 milik Allegri. Dalam formasi tersebut mantan penggawa Lazio itu bisa lebih sering mendapat bola dan mengurangi kuantitas dalam berlari.

"Saya lebih memilih bermain dengan empat pemain belakang. Saya selalu mengatakannya, meski saya juga merasa baik-baik saja dengan tiga bek. Ini bukan hal baru buat saya, karena di Lazio saya juga bermain dengan empat bek," ungkap Lichtsteiner, lewat JTV.

"Bahkan di awal-awal Conte melatih, kami bermain dengan empat bek, sedikit lebih mudah buat saya karena lebih banyak menguasai bola dan tak terlalu banyak berlari." pungkasnya menjelaskan.

Lichtsteiner fokus untuk pertandingan melawan Sampdoria

Bek sayap asal Swiss mengatakan ia ingin fokus menghadapi Blucerchiati untuk tes selanjutnya pada hari Minggu siang: "Sampdoria adalah tim yang kuat dan kami harus sangat fokus"

Stephan Lichtsteiner yakin Juventus akan berada dalam performa terbaik ketika Sampdoria berkunjung ke Turin pada Minggu siang - tetapi Ia mengatakan ia siap untuk tantangan menghadapi sebuah tim yang memberikan ujian yang baik.

Posisi keempat Serie A Blucerchiati hanya kalah sekali selama awal sensasional untuk musim ini dan bek sayap asal Swiss mengklaim konsentrasi penuh akan diperlukan menghadapi tim yang telah terbukti sulit untuk dikalahkan pada musim ini.

Berbicara pada acara Filo Diretto, pemain berusia 30 tahun itu memulai: "Kita harus sangat fokus dan waspada karena ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Sampdoria adalah tim yang benar-benar kuat dengan pelatih baik yang saya sukai. Lebih mudah bagi kami untuk bermain melawan tim yang menunjukkan sepakbola terbuka daripada melawan tim yang bertahan."



Dengan Sampdoria menandai laga pertama dari dua laga Serie A yang tersisa menjelang istirahat musim dingin, Juventus bertujuan untuk menutup tahun yang baik ini dengan mengklaim enam poin tersisa.

Maka perhatian mereka akan segera berpaling ke perjalanan yang menyenangkan ke Qatar, dengan Napoli sebagai lawan untuk final Piala Super pada hari Senin 22 Desember.

Berbicara mengenai laga tersebut, Lichtsteiner mengatakan: "Saya yakin bisa meraih Piala Super. Kami tim yang kuat tapi sekali lagi lawan kami adalah Napoli. Mereka punya pelatih yang sangat baik, yang telah memenangkan banyak trofi, tapi kami akan sepenuhnya siap.

Setelah mengamankan jalan untuk lolos dari Grup A pada Selasa malam, pergantian tahun baru akan melihat Bianconeri melanjutkan tugas mereka di Liga Champions, dengan lawan mereka berikutnya yang akan terungkap pada undian hari Senin untuk tahap sistem gugur.

Meskipun persaingan yang sangat ketat, Lichtsteiner yakin Bianconeri bisa berani bermimpi tetapi mendorong rekan satu timnya untuk mengambil langkah satu demi satu karena mereka bertujuan untuk memperpanjang rekor mereka di luar 16 besar. 

"Itu tugas kami untuk sampai ke babak 16 besar. Menang dengan warna hitam dan putih jelas sebuah mimpi terbesar, tapi mari kita fokus pada satu pertandingan pada satu waktu. Jika saya harus memilih dua tim yang harus kami hindari saya lebih suka tidak bertemu dengan Real Madrid dan Bayern Munich."

Paul Pogba, menjadi yang terbaik di bulan November!

J-Members telah memilih gelandang Prancis sebagai "MVP of the month" yang dipersembahkan oleh Hanhwa. Maestro muda itu berada dalam performa terbaik pada bulan November, mencetak tiga gol yang menentukan di semua kompetisi. Dia akan diberikan penghargaan oleh Premium Members sebelum pertandingan hari Minggu dengan Sampdoria



Ketika datang waktunya untuk mencetak gol, Paul Pogba akan melakukan itu dengan baik. Dan, anda jangan lupa, pemuda Prancis ini mengingatkan kita semua apa yang telah dia mampu lakukan pada bulan November, mencetak tiga gol yang menakjubkan. Yang pertama, melalui upaya kaki kanannya melawan Olympiacos, diikuti oleh dua gol melawan Lazio, dengan masing-masing kaki kiri dan kanan. Pogba menggabungkan teknik dengan intuisi, mematikan dan berkelas. Dan pemuda ini,dia melakukan semuanya dengan baik!

Itulah mengapa J-Members ternyata memilih dia sebagai "MVP of the month persembahan oleh Hanhwa". Ini adalah momen besar bagi gelandang Bianconeri, yang mengikuti jejak pemenang sebelumnya Carlos Tevez dan Alvaro Morata dalam memenangkan penghargaan tersebut.

Pogba akan menerima plakat MVP pada hari Minggu, tepat sebelum Juventus v Sampdoria akan berlangsung. Seorang Premium Members yang beruntung akan bertugas menyerahkan plakat tersebut kepada pemain internasional Prancis, kami akan memilih Members yang memberikan suara mereka di Juventus.com.

Bagi Premium Member, itu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, dua penggemar berat Bianconeri lainnya telah menikmati itu bersama Tevez dan Morata, pada saat penyerahan MVP bulan September dan Oktober. 

Kamis, 11 Desember 2014

Gianluigi Buffon: Juventus Kurang Cristiano Ronaldo Atau Lionel Messi

Gianluigi Buffon mengungkap kekurangan Juventus untuk menyabet titel Liga Champions. 



La Vecchia Signora merajai Serie A Italia selama tiga musim beruntun dan kini berpeluang memperpanjang rekor Scudetto empat kali konsekutif dengan masih memuncaki tabel sementara. 

Namun, perjalanan mereka di kompetisi terelite antarklub Eropa tidak berjalan mulus dan musim ini harus puas finis kedua di belakang Atletico Madrid untuk merangkak ke babak 16 besar. 

“Juventus kurang hal yang sama seperti semua tim yang tidak memenangkan Liga Champions, yaitu Cristiano Ronaldo atau [Lionel] Messi,” komentar Buffon dalam wawancara dengan AS. 

“Mereka sangat berarti karena dengan memiliki dua pemain yang, bahkan ketika dalam kondisi terburuk, mencetak setidaknya satu gol, Anda memulai laga dalam kedudukan 1-0. Ini keuntungan.”

Gianluigi Buffon Enggan Bernasib Sama Seperti Iker Casillas

Penjaga gawang Juventus Gianlugi Buffon memprediksi dirinya akan marah dan jengkel seandainya mendapat situasi serupa seperti yang dialami Iker Casillas dalam dua tahun terakhir.



Seperti diketahui, di paruh kedua musim 2012/13 dan di sepanjang musim 2013/14, Casillas terlempar dari posisinya sebagai penjaga gawang utama Real Madrid sebagaimana Diego Lopez menggantikan perannya di La Liga Spanyol.

Lopez pada akhirnya hengkang ke AC Milan dan membuat Casillas kembali menjadi kiper nomor satu Los Blancos di musim ini. Namun, Buffon merasa kurang sepakat dengan kebijkan rotasi kiper yang pernah dilakukan Madrid itu.

“Jika situasi seperti Casillas menimpa saya, maka saya akan sangat jengkel. Saya merasa seperti sedang dihukum jika saya adalah Casillas. Ketika saya fit, saya tetap ingin bermain di setiap laga,” jelas Buffon kepada AS.

Mengistirahatkan kiper, lanjut Buffon, akan berdampak buruk bagi keseimbangan tim mengingat tim sekaliber Madrid atau Juventus butuh konsistensi untuk bermain sebanyak 60 laga per musimnya. Atas dasar itu, ia mengaku terkejut dengan situasi yang dialami Casillas selama dua musim terakhir itu.

“Seorang kiper tidak bisa sempurna, ia bisa melakukan kesalahan seperti halnya ia bisa melakukan penyelamatan gemilang. Kritik semakin banyak Anda dapat ketika bermain bagi tim sekelas Madrid atau Juventus. Rotasi ini akan membuat kiper tidak stabil dan ia bisa kehilangan posisinya,” tandasnya.

Rabu, 10 Desember 2014

Carlos Tevez: Liga Champions Dimulai Sekarang!

Juve lolos ke 16 besar sebagai runner-up Grup A di belakang Atletico.



Sebagaimana dituturkan Carlos Tevez, kelolosan ke fase gugur menandai awal perjalanan sesungguhnya bagi Juventus di Liga Champions musim ini.

Gagal keluar dari putaran penyisihan pada kampanye lalu, Si Nyonya Tua kali ini melaju sebagai runner-up Grup A di belakang Atletico Madrid setelah bermain imbang tanpa gol dalam duel langsung kontra tim Spanyol itu di Turin, Rabu (10/12) dinihari WIB.

"Ada dua pertandingan berbeda malam ini: satu di babak pertama dan satu lagi setelah jeda," kata El Apache di laman resmi UEFA.

"Di babak pertama mereka mengisi setiap ruang di lapangan dan menciptakan kans-kans bagus, mustahil bagi kami untuk keluar. Di babak kedua kami menjadi tim yang lebih berbahaya sementara mereka bertahan sangat dalam."

"Sekarang Liga Champions yang sesungguhnya akan dimulai, dan hal terpenting adalah Juve berada di babak knock-out setelah gagal lolos musim lalu," tandasnya.

Fernando Llorente Sesalkan Seri Kontra Atletico Madrid

Striker andalan Juventus, Fernando Llorente, mengaku menyesal dengan banyaknya peluang yang terbuang saat seri kontra Atletico Madrid, dalam duel pamungkas babak fase grup Liga Champions, Rabu (10/12) dini hari WIB.



Menargetkan kemenangan, I Bianconeri harus puas dengan hasil imbang kacamata dan gagal meraih status juara grup untuk lolos ke babak 16 besar.

"Itu adalah pertandingan yang sulit, Atletico Madrid bertahan dengan kuat tapi mungkin saya bisa berbuat lebih banyak lagi," sesal Llorente, seperti dikutip Sky Sport Italia.

"Di babak pertama kami menciptakan banyak peluang, termasuk dari Paul Pogba yang hampir saja berhasil saya konversi menjadi gol. Namun begitu, ini adalah pertandingan yang bagus," pungkasnya bijak.