Non Ci Servono Tante Parole | Ora JUVE Ora

Rabu, 17 Desember 2014

Henry Menangis Saat Tinggalkan Juventus

VIVAbola – Performa Thierry Henry saat membela Juventus terbilang jauh dari kata mengesankan. Hal itu pula yang membuat Juventus kemudian melego Henry ke Arsenal pada 1999 lalu. 



Tapi, siapa yang menyangka, Henry lalu berubah menjadi seorang striker kelas dunia yang rajin mencetak gol. Henry juga menjadi legenda hidup The Gunners, karena mempersembahkan sejumlah prestasi untuk tim asuhan Arsene Wenger. 

Namun, mantan rekan setimnya di Juventus, Alessio Tacchinardi, mengisahkan bagaimana Henry sesungguhnya masih ingin membela Bianconeri, sebelum dijual ke Arsenal. Bahkan, Henry sampai menangis ketika mengetahui terpaksa harus meninggalkan Juventus.   

"Saya punya kenangan indah bersama Henry. Dia pemuda yang hebat, punya karakter dan semangat, saya belum melihat semuanya. Dia seorang pria sejati," tutur Tacchinardi, seperti dilansir Tutto Mercato.

"Saya tahu dia menangis saat harus meninggalkan Juventus. Dia sudah mulai menyukai tim dan tidak benar-benar ingin pergi,” lanjutnya. 

Selain itu, Tacchinardi sejujurnya tidak menyangka bahwa Henry bakal menjadi bomber papan atas dunia. Menurut Tacchinardi, mungkin saat membela Juventus, Henry tidak ditempatkan di posisi yang sesuai dengannya. 
"Saya melihat kualitas Henry sangat hebat dalam latihan, tapi saya tidak menyangka bisa menjadi striker yang luar biasa. Saya ingat, (Carlo) Ancelotti menurunkan dia sebagai gelandang kiri atau lebih melebar pada formasi 4-4-2, tapi performanya tak sesuai harapan,” terangnya.

Senin, 15 Desember 2014

Nedved: “Laga yang seimbang”

Direktur klub Pavel Nedved yakin bahwa sulit untuk memilih antara Juventus dan Borussia Dortmund: “Kami akan tetap waspada untuk melawan tim yang sangat kuat, namun kami yakin kami dapat melewatinya kali ini”



Pavel Nedved mengakui bahwa Borussia Dortmund merupakan tantangan yang menarik bagi Bianconeri di babak 16 besar Liga Champions musim ini – namun percaya pasukan Massimiliano Allegri seharusnya percaya diri untuk berhadapan degan finalis Liga Champions 2013 ini.

Sang Direktur klub, yang berada di Nyon pada pengundian siang kemarin, mengklaim bahwa sulit memilih antara kedua tim dan mengatakan bahwa tes ini akan menjadi tes yang berguna untuk mengukur kemajuan Bianconeri secara keseluruhan di kancah Eropa.

Berbicara kepada jurnalis sesaat setelah hasil pengundian, Nedved memulai: “Ini akan menjadi laga yang seimbang. Anda tidak bisa mengatakan ini pengundian yang terbaik, namun juga bisa menjadi lebih buruk mengingat Bayern dan Real masih belum diundi. Ada beberapa tim yang hampir tidak mungkin untuk dilalui, namun kami yakin kami dapat melewati yang satu ini.”

“Kami harus tetap waspada karena Borussia adalah tim yang kuat. Saya mengagumi Klopp dan penasaran untuk mengetahui bagaimana kemampuan kami di Eropa. Laga ini dapat memberikan kami pandangan terhadap hal tersebut.”

Selain pelatih Jurgen Klopp, Nedved juga mengungkapkan kekagumannya terhadap beberapa pemain Borussia Dortmund, dan memberikan pujian khususnya terhadap Henrikh Mkhitaryan dan Marco Reus.

Ia menyimpulkan: “Mereka memiliki pemain muda dan berbakat serta selalu menekan semaksimal mungkin. Saya selalu menjadi penggemar berat Henrikh Mkhitaryan dan Marco Reus, yang kembali dari cedera, akan memberikan mereka tambahan kekuatan dalam kualitas mereka dan membuat mereka tim yang lebih kuat.”

Jumat, 12 Desember 2014

Pavel Nedved: AS Roma Banyak Omong, Juventus Kerja Keras

Pavel Nedved menilai Juventus akan selalu lebih superior ketimbang AS Roma, terutama setelah melihat kedua tim mengalami nasib yang berbeda Liga Champions.

Tengah pekan ini, Bianconeri sukses melenggang ke babak 16 besar Liga Champions berkat hasil seri kontra Atletico Madrid. Sementara pasukan Rudi Garcia harus terkapar 2-0 di kandang sendiri dari Manchester City sekaligus tersingkir dari kompetisi elite Eropa itu.



“Ya, kami sudah memberikan semua jawaban kepada Roma. Kami tidak banyak omong seperti Roma dan kami bekerja lebih keras. Hasil yang kami dapatkan pun lebih baik,” ujar Nedved ujar La Gazzetta dello Sport.

Nedved, yang kini menjabat sebagai direktur Juventus, juga memberikan pujiannya kepada Massimiliano Allegri yang mampu menjawab ekspektasi publik dengan mampu mengantar Andrea Pirlo dkk. memuncaki Serie A Italia dan juga terus melaju di Eropa.

“Dia adalah pelatih cerdas dan memberikan banyak manfaat kepada tim lewat inovasi yang ia terapkan. Sekarang, kami merasa lebih aman jika menghadapi laga besar,” jelasnya.


Kamis, 11 Desember 2014

Pavel Nedved: Juventus Bisa Kalahkan Siapapun

Juventus boleh jadi hanya lolos sebagai runner-up Grup A Liga Champions musim ini, namun direktur klub Pavel Nedved yakin pasukan Massimiliano Allegri bisa melaju jauh.



Hasil seri 0-0 kontra Atletico Madrid pada Rabu (10/12) dini hari WIB kemarin memastikan Juventus gagal menjadi pemuncak grup, namun mereka tetap lolos ke babak 16 besar. Juventus pun berpeluang bertemu Real Madrid, Barcelona, Chelsea, Bayern Munich, Borussia Dortmund, Monaco, atau Porto.

Siapapun lawan yang dihadapi Juve, Nedved mengaku tidak gentar. “Pertama-tama, saya mengucapkan selamat kepada pemain karena mereka berhasil mencapai target untuk lolos. Para pemain telah membuat saya yakin bahwa mereka bisa lebih baik lagi,” ujarnya kepada Tuttosport.

“Februari mendatang, kami harus siap karena kami akan menghadapi tim yang sangat kuat. Ada tiga atau empat tim yang sangat kuat, sementara sisanya di atas kertas kurang diunggulkan. Tetapi saya yakin, Juventus bisa mengalahkan siapapun,” tegas eks gelandang asal Republik Ceko ini.

Drawing babak 16 besar Liga Champions ini akan diumumkan pada Senin (15/12) mendatang.  

Senin, 01 Desember 2014

Nedved diabadikan dalam patung lilin di Grévin Museum Praha

Direktur Juventus menghadiri peresmian patung lilinnya di Republik Ceko kemarin sore

Pilar dari salah satu tim terbaik Juventus di sepanjang karirnya dalam seragam hitam dan putih, direktur klub Pavel Nedved kemarin diberikan penghargaan atas kontribusinya dalam bidang olah raga pada sebuah acara di negaranya, Republik Ceko.

Pada hari Senin sore, pria berusia 42 tahun ini kembali ke negara kelahirannya untuk menghadiri peresmian patung lilin dirinya di Grévin Museum, Praha.



Nedved bergabung dengan rekan-rekan satu negaranya di  bidang olah raga yaitu Emil Zatopek, Ivan Lendl, Roman Sebrle, Petr Cech, Dominik Hasek, Jaromir Jagr dan Martina Navratilova ketika mereka semua diabadikan dalam patung lilin di sebuah pameran – yang dibuka untuk umum mulai Selasa 2 Desember – yang mempelihatkan ‘Para Juara’ Republik Ceko dari tahun ke tahun.

Dan tentu saja, museum hanya bisa memilih satu pose yang benar-benar menggambarkan esensi dari pria yang memenangkan empat gelar Serie A selama sembilan tahun pengabdiannya kepada klub.

Telah sebelas tahun berselang sejak Nedved meraih Ballon D’Or sejak performa gigih yang sulit dilupakan sepanjang musim 2002/03 yang dilambangkan dengan gelar liga kedua bagi Bianconeri.

Dan patung lilin ini, yang didedikasikan untuk menghormati musim sensasionalnya, memperlihatkan sang direktur klub mengenakan jersey Juventus sambil memberikan penghormatan kepada pendukungnya ketika menerima penghargaan.

Berbicara pada peresmian di Praha, Nedved mengungkapkan: “Patung ini sangat fantastis, mereka bekerja keras membuatnya dan saya sangat merasa terhormat. Ini adalah acara yang luar biasa dimana saya dapat melihat beberapa wajah yang familiar juga!

“Saya juga bahagia mereka telah memberikan penghormatan kepada saya serta Juventus untuk ikut merasakannya dengan pose saya sedang mengenakan seragam resmi klub. Sangat luar biasa bisa membawa sedikit dari klub ke Praha.”

Jumat, 28 November 2014

Selamat ulang tahun, Fabio!

Pelatih Primavera Fabio Grosso berulang tahun ke 37 hari ini. Selamat ulang tahun dari semua di Juventus!



Fabio Grosso hari ini merayakan ulang tahunnya ke-37.

Juara Piala Dunia, yang bermain untuk Bianconeri antara 2009 dan 2012, kembali ke klub pada awal musim 2013/14 untuk bekerja bersama pelatih Primavera Andrea Zanchetta, lalu melanjutkan kepelatihan tersebut pada awal Maret tahun ini setelah Zanchetta berhenti sebagai pelatih.

Ia akan menghabiskan hari spesialnya di lapangan Vinovo, mempersiapkan para pemainnya pada laga tandang melawan Sampdoria pada hari Sabtu.

Kemenangan 2-1 pekan lalu di Derby della Mole membuat Primavera akan menjalani laga dalam semangat yang baik dan Grosso akan terus melanjutkan usaha mereka menaiki tangga klasemen ketika ia mengantarkan pasukannya ke Liguria akhir pekan ini.

Segenap keluarga besar Juventus Football Club mengucapkan selamat ulang tahun kepada Fabio.

Lucidio Sentimenti IV meninggal dunia


Salah satu dari 50 bintang di Juventus Stadium, Lucidio ‘Cochi’ Sentimenti IV, telah meninggal dunia pagi ini di usia 94 tahun

Salah satu legenda klub yang paling banyak meberikan tanda jasa, Lucidio ‘Cochi’ Sentimenti IV, telah meninggal dunia pagi ini di usia 94 tahun.

Mantan kiper ini, yang bermain bagi Bianconeri antara 1942 dan 1949, akan selalu dikenang sebagai kiper unik dengan kemampuan mencetak golnya (lima gol melalui penalti dalam 188 penampilannya bersama Juventus) dan salah satu pemain Italia tertua yang bermain di Piala Dunia (Brazil 1950).

Setelah pensiun, ia tetap menjaga gairah dan antusiasmenya bagi Juventus, dengan kembali melatih akademi klub hingga akhir 1960.

Salah satu momen terakhirnya kembali ke lapangan yang membuatnya memperoleh tepuk tangan meriah adalah ketika ia maju sebagai salah satu 50 legenda klub dalam malam penuh magis di upacara pembukaan Juventus Stadium.

Juventus Football Club turut mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Cochi di hari yang penuh duka ini.

Minggu, 02 November 2014

Il Dottore lahir pada hari ini 80 tahun yang lalu

Umberto Agnelli dilahirkan pada hari ini tahun 1934: 1 November, sama seperti Juve yang dicintainya



Kita semua meneteskan air mata pada 10 tahun peringatan wafatnya Umberto Agnelli pada 27 Mei lalu. “Usaha luar biasa dari seorang pria: Umberto Agnelli” adalah nama yang diberikan pada acara tersebut di Sestriere. Hari itu – dengan bantuan dari semua otang yang telah melalui segalanya bersama beliau – kami melihat kembali ide-ide inspirasional dari Il Dottore (Sang Doktor), tantangan-tantangan yang telah ia lewati dan kesuksesan-kesuksesan yang telah ia raih. Kami menggambarikan kembali kisah hidupnya.

Ia adalah sebuah kisah yang berawal pada 80 tahun lalu, tepatnya di Lausanne tahun 1934 pada 1 November – tanggal yang sama dengan kelahiran Juve. Semua seolah telah menggariskan bahwa takdir memberikan kita pertanda betapa pentingnya Umberto Agnelli dan Juve kelak bagi satu sama lain.

Pertanda yang kemudian fakta-fakta yang kuat, dalam bentuk pemain-pemain legendaris dan gelar liga. Dari Charles dan Sivori hingga Scudetto ke-10 dan bintang pertama, serta trofi-trofi yang dimenangkan di seluruh kompetisi di dunia, walau bukan lagi sebagai presiden namun tetap menjadi penggemar nomor satu. Ia selalu ada mendampingi tim.

Diatas segalanya, Umberto Agnelli memiliki ikatan yang tidak terlepaskan bersama Juve, di samping gairah yang tidak pernah berhenti dan komitmennya sehari-hari.

Mengenang semua itu pada hari ini, di hari ulang tahun Il Dottore, seharusnya tidak hanya memberikan kita sebuah kebanggaan. Namun juga menjadi inspirasi dan panduan kita.