Non Ci Servono Tante Parole | Ora JUVE Ora

Rabu, 17 Desember 2014

Massimiliano Allegri: Juventus Bisa Berjaya Di Eropa

Pelatih Juventus Massimiliano Allegri yakin timnya bisa meraih hasil bagus di Liga Champions musim ini.



Juventus memastikan lolos ke-16 besar Liga Champions dan akan menghadapi Borussia Dortmund. Allegri yakin timnya bisa meraih hasil yang mengesankan di musim ini.

"Kami bisa meraih hasil yang luar biasa di Liga Champions," kata Allegri, Kamis (17/12).

"Saya memiliki kelompok pemain yang bagus, yang masih lapar akan kemenangan. Mereka memiliki potensi yang sangat menjanjikan."

"Saya benar-benar memikirkan Liga Champions ketika saya mengatakan hal itu," tandasnya.

Senin, 15 Desember 2014

Bertemu dengan Juventus, ini komentar Klopp

Jakarta (ANTARA News) - Jurgen Klopp mengatakan bahwa Borussia Dortmund menghadapi "tantangan besar" setelah hasil undian Liga Champions mempertemukan mereka dengan Juventus di babak 16 besar. 



Putaran knockout itu akan mengulang pertemuan mereka pertama kali sejak 1997, ketika klub Jerman itu memenangi gelar Liga Champions setelah mengalahkan klub Italia itu di final. 

Di kompetisi liga domestik, Dortmund berada di urutan 16 klasemen Bundesliga dengan hanya menang empat pertandingan di seluruh musim. Sementara juara Serie A musim lalu, Juve bertengger di puncak klasemen. 

Klopp menyadari Dortmund akan menghadapi tantangan serius dari pasukan Massimiliano Allegri pada Februari dan Maret, tetapi mengaku akan fokus pada liga domestik untuk saat ini. 

"Ini adalah pertandingan indah, tetapi tantangan yang besar," katanya. "Mereka tim terbaik di Italia dan sangat berpengalaman."

"Tetapi sangat sulit untuk saya berpikir tentang Liga Champions saat ini. Rasanya lebih jauh dari Februari," tambahnya lagi seperti dikutip di goal.com. 

Rival Liga Champions di babak 16 besar: Borussia Dortmund

Juara Grup D dengan 13 poin, BVB - yang mengalahkan Juventus 3-1 di tahun 1997 final kompetisi elit Eropa - akan memberikan tes sebanyak dua kali di babak 16 besar 

Juara bertahan Serie A Juventus akan bertemu runner-up Bundesliga musim lalu Borussia Dortmund dalam kompetisi UEFA untuk pertama kalinya sejak Mei 1997 setelah kedua belah pihak dipertemukan kembali dalam undian babak 16 besar di Liga Champions hari ini.

Di antara tujuh pertandingan yang telah dijalani antara duo ini di Eropa, ada dua hasil penting yang menonjol: skor 6-1 di Piala UEFA 1993 untuk kemenangan Bianconeri, diikuti oleh balas dendam Borussia empat tahun kemudian di final Liga Champions, 3 -1 menjadi skor akhir di Munich.

Dilatih oleh pelatih yang dihormati Jurgen Klopp, BVB telah memenangkan delapan gelar juara Jerman, tiga DFB-Pokals, lima DFL-Supercups, satu Liga Champions, Piala UEFA Cup Winners dan Piala Intercontinental yang didirikan sejak tahun 1909.

Tim asal Bundesliga - yang dinobatkan sebagai juara Jerman kembali pada tahun 2012 - memainkan pertandingan mereka di tempat bising dengan kapasitas 80.645 di Signal Iduna Park (umumnya dikenal sebagai Westfalenstadion), yang merupakan stadion berkapasitas terbesar di negara itu dan ketujuh terbesar di Eropa.



Pasukan Klopp memiliki bakat dalam kelimpahan di semua area termasuk orang-orang seperti pemain bertahan dan kapten Mats Hummels, superstar Marco Reus dan mantan striker Bianconeri Ciro Immobile yang sudah memiliki tujuh gol di semua kompetisi sejak di transfer dari Torino di musim panas ini.

Setelah tujuh tahun berlalu dari Liga Champions, BVB kembali ke kontes elit Eropa pada  musim 2011/12 setelah memenangkan gelar domestik Jerman mereka ketujuh tahun sebelumnya.

Tapi itu di musim 2012/13 bahwa mereka akan menikmati kesuksesan besar saat mereka mencapai final untuk pertama kalinya sejak mengalahkan Bianconeri kembali pada tahun 1997. Dongeng pada akhirnya akan berakhir pada catatan menyakitkan, bagaimanapun juga, karena mereka dikalahkan 2- 1 oleh rival Bayern Munich di Wembley.

Upaya mereka untuk merebut kembali tempat di final gagal ketika mereka datang melawan sang juara Real Madrid di perempat final tahun lalu, sementara mengakhiri sebagai juara grup Grup D bersama Arsenal dan mereka lolos ke babak 16 besar sebagai kelompok pemenang selisih gol kali ini.

Meskipun mereka telah menikmati sukses musim ini di Liga Champions sejauh ini, itu menjadi cerita yang berbeda di liga mereka. Borussia Dortmund - yang menempati posisi runner-up di belakang Bayern Munich dengan 19 poin pada musim lalu - saat ini duduk di peringkat 16 Bundesliga, salah satu tempat di atas zona degradasi dengan empat kemenangan, dua kali seri dan sembilan kali kalah.

Minggu, 14 Desember 2014

Ciro Immobile Incar Jumpa Juventus Di Liga Champions

Bertemu Juventus di babak empat besar menjadi impian penyerang Borussia Dortmund Ciro Immobile. 



Meski terseok-seok di kompetisi domestik, BVB finis di puncak Grup D dan akan menghadapi runner-up pada putaran kedua sehingga berpotensi bertemu Si Nyonya Tua, yang menutup Grup A di posisi kedua di bawah Atletico Madrid. 

Immobile, yang memulai kariernya di Turin namun gagal menembus tim utama, berharap menghindari skuat Massimiliano Allegri hingga partai penentu untuk ke laga puncak. 

“Kami tidak takut siapa pun, tapi setelah tumbuh di Juve saya harap I Bianconeri melakukannya sebaik mungkin,” kata Immobile kepada Tuttosport. 

“Itu juga akan penting untuk kebaikan sepakbola Italia. Tapi sejujurnya, saya harap bertemu Buffon dan lainnya di babak berikutnya, tidak langsung di putaran kedua. 

“Saya harap kami bisa mengeliminasi Juventus dari Liga Champions, yang terbaik adalah di semi-final.” 

Jumat, 12 Desember 2014

Vincenzo Iaquinta Yakin Juventus Sukses Di Eropa

Mantan penyerang Juventus Vincenzo Iaquinta yakin bekas klubnya bisa sukses di Liga Champions musim ini. 



I Bianconeri memastikan lolos ke babak 16 besar, setelah tereliminasi di fase grup musim lalu, dan Iaquinta menilai skuat Massimiliano Allegri mengalami progres. 

“Lebih jauh progres Juventus, mereka akan melakukannya lebih baik,” tutur Iaquinta kepada Tuttomercatoweb. 

“Mereka memiliki fondasi solid dan bisa sukses di Eropa juga. 

“Ketika Anda melaju ke fase gugur, ada dua pertandingan di sana. Real Madrid, Chelsea, Bayern Munich adalah empat tim besar, Anda harus selalu melawan tim besar. 

“Ini akan sulit untuk Juventus, tapi juga siapa pun lawan mereka. Ketika Anda memasuki akhir kompetisi, keberuntungan juga menjadi faktor menentukan,” imbuhnya. 

“Meski mereka bertemu Monaco, itu tidak akan mudah. Mungkin akan lebih baik langsung bertemu tim besar. 

“Ketika Anda bertemu tim yang di atas kertas tidak kuat, Anda pergi ke lapangan dengan tidak bermain keras dan Anda bisa terlihat buruk. Ini terjadi salam karier saya.” 

Kamis, 11 Desember 2014

Massimo Ambrosini: Juventus Tanpa Beban Di 16 Besar

Setelah kandas di fase grup musim lalu, Juventus akhirnya berhasil maju ke babak knock-out Liga Champions musim ini sebagai runner-up Grup A di belakang Atletico Madrid.



Lolos sebagai peringkat kedua mungkin tak menguntungkan untuk undian fase 16 besar, namun, menurut Massimo Ambrosini, I Bianconeri punya kapasitas untuk menaklukkan siapa pun lawan mereka nanti.

Pasalnya, beban di pundak Juve telah tersingkir seiring keberhasilan melewati babak penyisihan, dan kondisi ini dapat menjadi faktor plus buat pasukan Massimiliano Allegri.

"Ada faktor psikologis. Juventus telah mendapatkan pengalaman internasional sebagai tim dan dalam aspek individual," ujar mantan gelandang AC Milan itu kepada Tuttosport.

"Lolos ke 16 besar adalah seperti mengangkat sebuah beban. Dan menghadapi babak 16 besar sebagai peringkat kedua bisa melepaskan sejumlah tekanan dari para pemain, tekanan yang sama yang seringkali menghambat mereka di masa lampau."

"Akan dibutuhkan sedikit keberuntungan dalam undian, tetapi Juventus bisa bermain untuk mendapatkan hasil menghadapi siapa pun," tegas Ambrosini.

Rabu, 10 Desember 2014

Imbangi Juventus, Diego Simeone Puas

Simeone bersyukur dengan skor kacamata di markas Juventus yang memastikan Atletico menjadi pemuncak Grup A.



Diego Simeone menilai Atletico Madrid telah bermain sesuai dengan ekspektasinya ketika mampu menahan imbang Juventus tanpa gol dalam bentrok kedua tim di partai pamungkas fase grup Liga Champions, Rabu (10/12) dini hari WIB.

Skor 0-0 yang tersaji di Juventus Stadium memang memastikan sang tuan rumah lolos ke fase knock-out, namun mereka tetap gagal menyalip Atletico yang duduk nyaman di puncak klasemen Grup A. Simeone pun merasa puas dengan performa pemainnya, meski Atletico lebih sering bermain bertahan.

“Kami bermain untuk memenuhi target, yakni finis di posisi puncak. Babak pertama berlangsung ketat di mana kami mampu mencatatkan dua peluang emas dan Juve juga berbahaya dari sayap kanan. Setelah turun minum, kami melakukan apa yang harus kami lakukan [bermain bertahan],” ujar Simeone kepada Sky Sport Italia.

“Kami gembira. Selama dua musim berturut-turut kami berhasil memuncaki grup. Kami kalem menatap takdir yang terbentang di depan kami. Saya bisa memastikan bahwa semua pemain merasa senang bisa menahan imbang Juventus,” tambahnya.

Massimiliano Allegri Tuntut Peningkatan Juventus


Mantan bos Milan merasa timnya menemui kesulitan menembus pertahanan Atletico tapi puas dengan raihan satu angka yang mengirim mereka lolos.

Arsitek Juventus Massimiliano Allegri menegaskan timnya butuh peningkatan di Liga Champions musim ini setelah mengepak hasil imbang 0-0 dengan Atletico Madrid. 
Juve butuh satu poin untuk mengamankan tempat di putaran berikutnya menyusul kemenangan Olympiakos atas Malmo 4-2. Skuat Allegri mendominasi pertandingan, tapi mereka kesulitan mengonversi peluang. 

Meski demikian I Bianconeri berhak melaju tapi Allegri sadar timnya butuh peningkatan. 

“Selalu sulit melawan Atletico, karena mereka bertahan sangat baik dengan garis yang ketat, jadi tidak mudah melakukan passing,” ujarnya kepada Sky Sport Italia. 

“Buffon bekerja sangat baik di babak pertama dengan penyelamatannya dan kami juga memiliki peluang. 

“Di babak kedua kami berusaha untuk menang, tapi di saat yang sama, tidak mengambil risiko kalah. 

“Kami tidak ingin menodai kesempatan lolos dan saya pikir ini pantas. Tentu kami ingin peningkatan. Melawan klub-klub besar, ada waktu di mana Anda harus bertahan dan memproteksi diri sendiri - sesuatu yang dilakukan Atletico sepanjang pertandingan.” 

Allegri berikan pujian bagi para pemainnya setelah lolos ke babak sistem gugur

Massimiliano Allegri mengungkapkan kepuasannya setelah membawa Juve lolos ke babak berikutnya di Liga Champions: "Kami bermain bagus di babak grup dan memegang kendali kami sendiri menghadapi finalis tahun lalu"

Massimiliano Allegri berusaha mengucapkan terima kasih kepada para pemainnya setelah Bianconeri mengamankan tempat ke babak selanjutnya dari Grup A malam ini setelah hasil imbang 0-0 melawan Atletico Madrid di Juventus Stadium.



Ia percaya tempat di babak 16 besar tidak kurang berkat penampilan anak buahnya secara keseluruhan yang cukup solid selama babak grup kompetisi.

Berbicara kepada media setelah pertandingan, Allegri memulai: "Kredit dan terima kasih pada para pemain malam ini. Kami bermain bagus di babak grup dan memegang kendali kami sendiri menghadapi finalis tahun lalu. Kami perlu menyadari kualitas kami dan kami akan secara bertahap terus meningkat."

Pelatih asal Tuscan mengungkapkan kesulitan Juventus menghadapi lini pertahanan juara Spanyol yang begitu kuat ketika mencoba untuk menerobosnya, hal yang menyebabkan dia untuk menyerukan pendekatan yang lebih hati-hati menit demi menit yang berlalu di babak kedua.

Dia menambahkan: "Tidak pernah mudah ketika akan melawan Atletico. Mereka kuat dalam pertahanan dan bermain rapat, berarti itu sulit untuk mendapatkan bola di antara kotak penalti. Ada beberapa saat menegangkan, dengan Gigi melakukan penyelamatan dengan baik untuk menjaga mereka mencetak gol.

"Kami ingin menang, tapi di babak kedua tujuan kami adalah untuk lolos. Kami tidak ingin ceroboh dengan kehilangan tempat di babak 16 besar.

Selasa, 09 Desember 2014

Seri 0-0, Atletico Madrid dan Juventus lolos dari fase grup

Turin (ANTARA News) - Hasil imbang tanpa gol antara Atletico Madrid dan Juventus membawa kedua tim lolos dari fase grup sebagai juara dan runner up Grup A.



Hasil imbang tanpa gol itu membuat Atletico tetap memuncaki klasemen dengan 13 poin, Juventus 10 poin, Olympiacos sembilan poin, dan Malmo satu poin dalam enam pertandingan.

Juventus perlu hasil imbang untuk lolos dari fase grup atau mereka akan melaju jika Olympiacos gagal mengalahkan Malmo. 

Juventus bisa memuncaki klasemen jika menang atas Atletico dengan dua gol atau lebih, sementara situasi pasukan Diego Simeone hanya perlu menghindari kekalahan dua gol atau lebih dari Atletico. 

Juventus dan Atletico saling jual beli serangan sejak babak pertama.

Atletico memperagakan permainan keras dengan beberapa kali melanggar pemain Juventus, tetapi wasit hanya memberi peringatan.

Hingga babak pertama usai, Atletico mengantongi dua kartu kuning, sementara Juventus satu. 

Salah satu peluang Juventus, yakni tendangan bebas yang gagal dihalau Juventus. Kemudian bola yang mengalir diambil Koke, tetapi masih bisa diselamatkan Buffon. 

Setelah itu Juventus meresponnya lewat Pogba yang melewati pemain belakang Atletico, tetapi gagal melepaskan tendangan terarah ke gawang. 

Babak kedua, Pogba beberapa kali membahayakan gawang Moya. Seperti pada menit 64, Pogba berlari dari tengah dan tanpa ragu melesakkan tendangan dari jarak 30 meter yang membuat Moya kesulitan. 

Berikut susunan pemain kedua tim seperti dikutip di uefa.com. 

Juventus: Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, Stephan Lichtsteiner, Patrice Evra, Paul Pogba, Andrea Pirlo, Arturo Vidal, Roberto Pereyra, Carlos Tevez, Fernando Llorente.

Atletico Madrid: Miguel Moya, Diego Godin, Guillherme Siqueira, Juanfran, Jose Gimenez, Mario Suarez, Koke, Arda Turan, Gabi, Raul Garcia, Mario Mandzukic.

Senin, 08 Desember 2014

Simeone: Juventus Lebih Kuat Main di Kandang

Metrotvnews.com, Turin: Pekan ini Liga Champions akan memainkan laga pamungkas. Beberapa tim sudah memastikan diri lolos ke 16 besar, tapi ada juga yang masih menunggu sampai pertandingan terakhir.



Salah satu tim yang harus memainkan laga terakhir demi mendapatkan tiket ke 16 besar ialah Juventus. "La Vechia Signora" wajib meraih tiga poin untuk menjaga asa ke fase berikutnya.

Jelang pertandingan krusial itu, pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone mengatakan bahwa pertandingan akan berjalan ketat. Pelatih berpaspor Argentina itu menilai, Juventus akan tampil habis-habisan untuk memenangkan pertandingan.

"Ini pertandingan yang penting bagi kedua tim. Di rumah mereka sendiri, Juventus lebih kuat, dengan suasana yang sangat baik," ujar Simeone.

"Kami harus bermain dengan cerdas. Apa yang akan kami temukan di sini akan sangat berbeda, itu tidak akan terjadi seperti apa yang kita alami di stadion lain," sambung Simeone.

Simeone juga menambahkan pertandingan nanti bakal menjadi penentu siapa yang akan keluar sebagai juara grup dan runner-up.

"Hal ini juga sangat penting untuk melihat siapa yang akan menyelesaikan di posisi pertama, siapa yang berada di posisi kedua dan siapa yang akan lolos," tandasnya. (Soccerway) 

Duo Atletico waspada dengan efek Juventus Stadium

Diego Simeone dan Koke prediksikan atmosfer yang panas jelang pertempuran menentukan di laga Grup A melawan Juventus

Pelatih Atletico Diego Simeone dan gelandang Koke meyakini bahwa Bianconeri akan menjadikan atmosfer panas yang dihasilkan Juventus Stadium sebagai kekutan bagi tuan rumah ketika mereka hadir dalam laga penentuan Grup A Liga Champions tersebut.

Pelatih berkebangsaan Argentina tersebut, yang telah membawa timnya ke 16 besar dengan menyisakan satu laga terakhir, mengungkapkan Juventus mewakili prospek berbeda ketika bermain di rumah sendiri dan memperingatkan pasukannya untuk kemungkinan munculnya percikan-percikan di Turin.



Berbicara di depan media di Turin, Simeone memulai: “Mereka menjadi ancaman yang lebih mengerikan saat bermain di kandang sendiri yang seolah menjadi laga final. Kami akan melawan tim yang membutuhkan kemenangan dan itulah mengapa saya menantikan performa terbaik Juventus di beberapa saat terakhir.

“Ini akan menjadi laga yang hebat yang akan memberitahukan kepada kami siapa pemuncak grup ini, posisi kedua, atau bahkan keluar dari kompetisi ini, karena kekalahan dapat membuat mereka tereliminasi. Tahun lalu Juventus gagal menuju fase knockout dan sejarah serta tradisi mereka mengharuskan mereka berada di Liga Champions sejauh mungkin.”

Pemikiran mengenai efek Juventus Stadium juga dirasakan oleh pemain yang hadir bersamanya, Koke, yang juga mengatakan ia sangat menantikan untuk mencoba keberaniannya saat bertemu dengan Andrea Pirlo.

Pemain Spanyol berusia 22 tahun ini mengungkapkan: “Ini akan menjadi hal yang spesial bermain di stadion ini dan merasakan atmosfer nya Selalu luar biasa bermain di kompetisi Eropa dan kami haram besok menjadi hari yang baik bagi kami.

“Kami sudah merasakan kuatnya lini tengah Bianconeri di Calderon, dan saat itu tanpa Pirlo, namun kami juga memiliki para pemain yang dapat diandalkan. Ini akan menjadi laga yang layak disaksikan.”

Sang Maestro lapangan tengah Bianconeri masih menjadi subjek pembicaraan, Simeone memaparkan skenario yang dibutuhkan timnya untuk diperhatikan ketika berusaha mengurangi pengaruh Pirlo.

Ia melanjutkan: “Kami memiliki peluang untuk menyaksikan seorang pemain hebat beraksi. Kecepatan pemikirannya dalam membaca permaianan hanya memberikanmu sedikit waktu untuk bereaksi atas permainannya dan ia juga mencetak gol melalui tendangan bebas yang menakjubkan. Kami harus selalu waspada terhadapnya.”

Ketika ditanya siapa yang ia harapkan untuk berduet dengan Carlos Tevez di lini depan, pria berusia 44 tahun ini menyimpulkan: “Morata atau Llorente? Anda perlu menanyakan kepada Allegri tentang hal itu. Morata memiliki lebih sedikit pengalaman namun terdapat masa depan yang cerah di hadapannya. Llorente lebih banyak bermain di laga internasional dan memahami seberapa penting laga besok.”

Enam laga super menghadapi wakil Spanyol


Sejak format Liga Champions dirubah pada tahun 1992, Bianconeri telah menghadapi enam klub La Liga di kompetisi elit Eropa. Berikut adalah pilihan dari kemenangan mengesankan di tanah Italia

Ketika undian Liga Champions mempertemukan Juventus dan Atletico Madrid di grup yang sama pada bulan Agustus 2014, itu akan menjadi pertama kalinya kedua tim bertemu di kompetisi elit Eropa.

Tapi selama bertahun-tahun, Bianconeri telah menghadapi beberapa wakil Spanyol pada banyak kesempatan dengan Real Madrid menjadi lawan yang paling sering dihadapi.

Menjelang pertandingan pada Selasa malam di Turin, Juventus.com memberikan profil enam kemenangan yang paling mengesankan melawan tim-tim La Liga di tanah Italia.


Juventus 2-0 Real Madrid, 20 Maret 1996

Dalam perjalanan menuju perburuan gelar juara Liga Champions tahun 1996, Bianconeri dipertemukan melawan Real Madrid yang diasuh oleh Arsenio Iglesias.

Los Blancos awalnya memenangkan leg pertama perempat final 1-0 dua minggu sebelumnya berkat gol Raul di babak pertama.

Tapi Juventus - yang bersaing dengan Milan untuk gelar Serie A - mengejar keunggulan Real Madrid setelah menit 17 Alessandro Del Piero melalui tendangan bebasnya menghujam gawang kawalan Santiago Canizares.

Dan sembilan menit setelah babak kedua dimulai, Nyonya Tua unggul agregat ketika Michele Padovano mencetak gol kedua Juve. 

Juventus bertahan untuk kemenangan bersejarah yang setelah itu di semi-final akan melawan wakil Ligue 1, Nantes sebelum mereka bertemu dengan Ajax di final.


Juventus 4-2 Real Socieded, 21 Oktober 2003

Sebuah permainan yang merajalela di babak pertama dari juara bertahan Serie A Juventus saat menghabisi Real Sociedad dengan skor 4-2 pada malam Oktober di Turin.

Nyonya Tua segera unggul melalui David Trezeguet yang lolos dari jebakan offside sebelum membobol gawang Sander Westerveld setelah hanya 360 detik waktu berjalan.

David Trezeguet kemudian berbalik sebagai pemberi umpan Kepada tandemnya di lini depan Marco Di Vaio, yang ternyata dalam posisi offside sebelum melakukan tembakan ke sudut jauh pada menit ke tujuh.

Di Vaio kemudian mencetak gol kedua dan ketiga Juventus di babak pertama injury time ketika dia melompat untuk menyambut umpan silang Gianluca Zambrotta untuk memberikan keunggulan bagi tuan rumah.

Bianconeri menambahkan gol keempat ketika umpan Pavel Nedved menemui Trezeguet yang mengambil satu sentuhan untuk membobol Westerveld.

Disayangkan Igor Tudor mencetak gol bunuh diri pada babak kedua yang mengurangi defisit angka sebelum tendangan bebas Javier De Pedro sepuluh menit dari waktu normal membuat skor akhir menjadi 4-2.


Juventus 3-2 Deportivo La Coruna, 12 Maret 2003

Laga yang dikenal sebagai pertarungan klasik Liga Champions antara penggemar sepak bola di seluruh Eropa, Bianconeri menang 3-2 atas Deportivo La Coruna pada laga yang luar biasa di Turin.

Dua belas menit sudah laga berjalan dan Mauro Camoranesi mengambil tendangan pojok yang menemui Ciro Ferrara dan sundulannya menjadikan skor 1-0.

Beberapa saat kemudian, Juventus hampir memimpin 2-0 namun sundulan Ferrara hanya melebar.

Tapi tim asal Spanyol menyamakan kedudukan melalui Diego Tristan hasil kerjasama dengan Roy Makaay 11 menit sebelum jeda.

Pemain asal Belanda kemudian menempatkan Depor memimpin ketika ia mengecoh tiga bek sebelum sepakam melengkungnya melewati Gigi Buffon tujuh menit setelah babak kedua dimulai. 

Dihadapkan dengan ketertinggalan, Bianconeri segera tancap gas.

Edgar Davids melaju ke depan sebelum melihat usahanya gagal namun bola mengarah ke arah Trezeguet yang mengambil satu sentuhan sebelum menceploskan bola.

Dan ada sukacita yang berlebihan dari pahlawan yang tidak mungkin di anggap sebelah mata. Setelah umpan silang Lilian Thuram menuju barisan belakang Deportivo, Igor Tudor menyaksikan bola liar ke arahnya dan tendangan volinya langsung membuat Juve kembali menang.


Juventus 3-1 Real Madrid, 14 Mei 2003

Semi final Liga Champions 2002/03, Juventus masuk ke leg kedua dengan kekalahan 2-1 setelah Ronaldo dan Roberto Carlos mencetak gol dan Trezeguet memperkecil keklahan mereka di Madrid delapan hari sebelumnya.

Dan striker asal Prancis yang menciptakan gol pertama di Turin, Juventus mulai semua dengan senjata super.

Kapten Alessandro Del Piero kemudian membobol Iker Casillas 120 detik sebelum jeda.

Real Madrid mendapat hadiah penalti di pertengahan babak kedua, tapi penalti Luis Figo yang lemah dengan mudah ditepis Buffon.

Dan segera setelah itu Pavel Nedved berlari melalui halangan dan melakukan tendangan setengah voli yang melewati Casillas sebagai Juventus menempatkan satu kaki di final.

Mantan pemain favorit fans Zinedine Zidane membalas satu gol di menit akhir, terlalu terlambat menghentikan laju Nyonya Tua yang melangkah ke  final dengan agregat 4-3 di mana mereka akhirnya dikalahkan melalui adu penalti oleh Milan.


Juventus 2-0 Real Madrid, 9 Maret 2005 

Pasukan Fabio Capello masuk ke leg kedua dengan kekalahan 1-0 setelah gol tunggal Ivan Helguera berikan keunggulan untuk Real Madrid di Santiago Bernabeu.

Dalam pertemuan di Stadion delle Alpi, penyelamatan dari Buffon untuk menjaga Ronaldo keluar memungkinkan Bianconeri untuk tetap memiliki asa untuk lolos.

Setelah Zlatan Ibrahimovic gagal memanfaatkan umpan Camoranesi, pemain pengganti Trezeguet melakukan tendangan overhead 15 menit dari waktu normal dan memupus keunggulan Los Blancos.

Namun aksi itu tidak berhenti di situ: Buffon harus memiliki pergelangan tangan yang kuat untuk mencegah ciri khas Roberto Carlos melalui tendangan bebas sehingga laga beralih ke perpanjangan waktu.

Marcelo Zalayeta kemudian memiliki peluang emas sebelum kedua tim bermain dengan 10 orang ketika Alessio Tacchinardi dan Ronaldo diusir wasit.

Tapi Bianconeri akhirnya memecah kebuntuan adalah Zalayeta yang tertangkap menjadi penentu kemenangan dengan tendangannya yang melewati Casillas dari tepi area penalti dengan empat menit perpanjangan waktu yang tersisa


Juventus 2-1 Real Madrid, 21 Oktober 2008

Kembali ke kompetisi elit Eropa setelah absen dua tahun, Juventus satu grup bersama juara sembilan kali Real Madrid.

Dan Bianconeri terkejut ketika Del Piero mencetak gol indah ke pojok atas yang membuat Casillas terpaku di tempat setelah hanya lima menit.

Amauri menyundul umpan silang Nedved melalui bantuan defleksi empat menit setelah babak kedua dimulai dan menggandakan keunggulan Juventus menjadi 2-0.

Sundulan Ruud van Nistelrooy membuat kedudukan menjadi 2-1 pada pertengahan dari babak kedua tetapi pasukan Claudio Ranieri mampu menjaga kemenangan baik di kandang yang memberi mereka momentum yang diperlukan untuk pergi dan memenangkan tim.

20 nama pemain yang masuk skuad untuk laga melawan Atletico

Massimiliano Allegri mengumumkan skuad yang dibawanya untuk laga penting di Liga Champions pada Selasa malam menghadapi Los Rojiblancos di Juventus Stadium



Massimiliano Allegri telah mengkonfirmasi 20 nama pemain yang akan terlibat dalam laga terakhir penyisihan Grup A Liga Champions pada Selasa malam menghadapi Atletico Madrid di Juventus Stadium.

Stephan Lichtsteiner kembali ke skuad setelah absen saat bermain imbang tanpa gol Jumat malam dengan Fiorentina di Florence karena skorsing satu pertandingan. Kingsley Coman, bagaimanapun, harus absen setelah merasakan adanya ketegangan otot di paha kanannya pada laga akhir di Serie A dan berlatih secara terpisah sebelumnya hari ini.

Pemain yang dibawa untuk laga menghadapi Atletico adalah sebagai berikut:

1 Buffon
3 Chiellini
5 Ogbonna
6 Pogba
7 Pepe
8 Marchisio
9 Morata
10 Tevez
12 Giovinco
14 Llorente
19 Bonucci
20 Padoin
21 Pirlo
23 Vidal
26 Lichtsteiner
30 Storari
33 Evra
34 Rubinho
37 Pereyra
38 Mattiello